BERBAGI

EKSTRANEWS.COM, PESISIR BARAT – Unit reserse kriminal (reskrim) Polsek Pesisir Tengah, Dhemit, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) Lampung, berhasil membekuk dua dari tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yakni BA (21) warga Lingkungan Pasarmulya, Kelurahan Pasarkrui, Kecamatan Pesisir Tengah dan CF (18) warga Pekon Gunungkemala, Kecamatan Waykrui, pada Rabu (10/5/2017).

Kapolsek Pesisir Tengah, Kompol. Fery Anda Eka Putra, S.H., mendampingi Kapolres Lambar AKBP. Andy Kemala, S.IK, M.M., melalui Kanit Reskrim, Iptu. Ono Karyono, S.H., mengatakan pihaknya dalam kasus tersebut para pelaku menyembunyikan barang bukti (BB) yang digunakan para pelaku baru di Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu, sehingga baru bisa diamankan pada, Kamis (11/5/2017).

“Penangkapan dua dari tiga pelaku curanmor itu berdasarkan adanya laporan dari Ahmad Syahrial (29) warga Kampungbaru Jakarta Selatan dengan nomor laporan : LP/174/IV/2017/Pld Lpg/Res Lbr/Sek Peteng, tanggal 19 April 2017,” katanya.

Ono memaparkan kronologi aksi pencurian tersebut, yakni pada tanggal 19 April lalu sekitar pukul 02.00 WIB dihalaman Hotel Krui Syariah, Kelurahan Pasarkrui Kecamatan Pesisir Tengah. Para pelaku itu memang sebelumnya telah merencanakan untuk melakukan tindak kejahatan.

“Bagaimana tidak, Senin (17/4) pelaku BA, CF dan SJ yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), berada di rumah BA untuk membuat kunci T, kemudian kunci yang dibuat para pelaku itu dibawa oleh pekaku CF,” katanya.

Selanjutnya, kata dia, pada Selasa (18/4) sekitar pukul 21.00 WIB, ketiga pelaku itu berkumpul di GSG Selalaw yang ada di kawasan wisata Pantai Labuhanjukung. Hingga Rabu (19/4) sekitar pukul 01.15 WIB, pelaku BA dan SJ (DPO), dari keterangan BA, akan mencari barang yang bisa diambil. Keduanya pergi menggunakan sepeda motor Yamaha Mio GT milik pelaku CF.

“Saat berkeliling, pelaku BA dan SJ (DPO), sekitar pukul 02.00 WIB, melihat sepeda motor Honda Sonic Nopol BE 5564 XA, sedang terparkir dihalaman hotel Krui Syariah,” jelasnya.

Dijelaskan, tanpa basa basi, pelaku SJ (DPO) langsung menghampiri motor yang diparkir di halaman hotel tersebut dan merusak stop kontak sepeda motor itu dengan menggunakan kunci T, sedangkan BA bertugas untuk mengawasi situasi diseputaran hotel tersebut.

“Setelah berhasil merusak kontak motor itu, lalu pelaku SJ (DPO) mendorong sepeda motor hasil curiannya itu ke jalan raya dan menghidupkannya serta membawa ke GSG Selalaw bersama BA,” ungkapnya.

Sesampainya di GSG, kata dia, kedua pelaku itu menjemput pelaku CF dan membawa sepeda motor curiannya ke rumah SJ (DPO) yang ada di wilayah Kecamatan Waykrui. Tidak cukup sampai disitu, motor hasil curiannya itu juga langsung di bawa menuju Bintuhan Kabupaten Kaur, oleh pelaku BA untuk segera dijual.

“Pada Jumat (21/4) motor hasil curian itu berhasil dijual kepada PT (DPO) di Bintuhan dengan harga Rp1,5 juta. Dari hasil penjualan motor curian itu dibagi oleh tiga pelaku tersebut,” jelasnya.

Masih kata Ono, BA mendapat bagian sebesar Rp500 ribu dengan keterangan uang itu untuk berobat anaknya yang sedang sakit, sedangkan CF dan SJ (DPO) mendapat bagian Rp600 ribu. Sementara, sisanya Rp400 ribu digunakan untuk jajan bersama.

“Setelah melakukan penyelidikan, akhirnya kita berhasil melakukan penangkapan dua pelaku yakni BA dan CF, pada Rabu (10/5) disebuah kostan pelaku yang ada di kelurahan Pasarkrui Kecamatan Pesisir Tengah, sedangkan SJ masih dalam pengejaran, termasuk penadah yakni PT masih kita lakukan pengejaran,” jelasnya.

Ono menambahkan, pihaknya berhasil mengamankan satu unit motor Mio sebagai barang bukti yang digunakan pelaku dalam melakukan aksinya. Pelaku akan diancam pasal 363 ayat (3), (4) dan (5) KUHP, tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman sembilan tahun penjara.(*) 

Sumber: Suara Pedia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here