BERBAGI

EKSTRANEWS.COM, BANDARLAMPUNG – Gubernur Lampung M Ridho Ficardo akan menganggarkan bantuan insentif kepada perawat yang bukan pegawai negeri sipil.

“Saya memahami pentingnya fungsi perawat untuk terlaksananya pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.Oleh sebab itu, akan dianggarkan bantuan insentif untuk perawat bukan PNS di Provinsi Lampung,” kata dia, pada pertemuan dengan 500 perawat dalam acara Diskusi Publik memperingati Hari Perawat Sedunia (International Nurse Day) di Bandarlampung, Jumat (12/5).

Ia menyebutkan, kesejahteraan perawat harus diperjuangkan, sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

Menurutnya, untuk membangun sumber daya manusia masyarakat Lampung, kesehatan dan pendidikan adalah hal yang sangat utama. Membangun manusia dimulai dari kebutuhan gizi, untuk memastikan pertumbuhan manusia yang sehat setelah itu membangun karakter dan kemampuan melalui pendidikan yang lebih baik.

Gubernur Lampung juga mengatakan akan memperjuangkan agar adanya Program Satu Desa Satu Perawat di Provinsi Lampung.

“Anggaran memungkinkan, SDM kita cukup, namun kita butuh payung hukumnya,” kata Ridho.

Ketua DPRD Dedy Afrizal mengatakan ada kurang lebih 1.800 perawat se-Provinsi Lampung yang teregistrasi di Persatuan Perawat Nasional Indonesia, namun masih begitu banyak persoalan kesehatan.

“Ada 9 perguruan tinggi di Lampung yang melahirkan tenaga perawat 1.200 orang per tahun, namun kebijakan moratorium pengangkatan PNS menjadi sebuah kendala terhadap nasib para perawat di Tanah Air,” jelasnya.

Karena itu, Dedy Afrizal meminta agar Pemprov Lampung dapat terus memperhatikan kesejahteraan para perawat Se-Provinsi Lampung. “Semoga Gubernur kita selalu diberi kesehatan dan kekuatan untuk terus membangun Lampung,” tambahnya. (*)

Sumber: Antara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here