BERBAGI

EkstraNews.com – BANDARLAMPUNG – Perilaku Basuni (47) benar-benar bejat. Betapa tidak, pria yang berprofesi sebagai nelayan sekaligus guru mengaji ini tega mencabuli empat muridnya.

Aksi warga Kampungbaru, Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang, Bandarlampung, ini terungkap setelah korban melaporkan aksi cabul tersebut. Karena tidak terima, orang tua korban melaporkan kasus itu kepada polisi.

Tersangka lantas dibekuk petugas di kediamannya, Minggu (14/5). Kapolsek Panjang Kompol Sofingi menjelaskan, korban masing-masing berinisial SA, HA, NA, dan VE. Mereka berusia sekitar enam sampai delapan tahun.

“Tersangka yang merupakan nelayan dan guru gaji diduga mencabuli empat murid mengajinya di rumah dan TPA (Tempat Pendidikan Alquran). Dari empat korban, dua di antaranya sudah dua kali dicabuli pelaku yaitu SA dan HA,” kata Sofingi saat ekspose kasus kemarin.

Dijelaskan, tersangka melakukan aksinya pertama pada April 2017 lalu. Ketika itu, saat SA dan HA hendak belajar mengaji di TPA, tersangka memanggil keduanya. Dia lalu mengajak mereka ke rumah untuk nonton tayangan Om Telolet Om. Tidak sampai disitu, tersangka lalu mengajak SA dan HA ke kamar. Disana, tersangka menyetel film porno pada ponselnya dan menyerahkan pada korban. “Lalu pelaku mencabuli korban,” terangnya.

Setelah puas melakukan aksinya, tersangka memberikan uang jajan masing-masing Rp5 ribu. Dia meminta korban tidak menceritakan kejadian itu kepada siapa pun.

Pelaku kemudian melakukan aksinya kembali beberapa hari kemudian. Pada saat itu korban SA, HA, NA dan VE, datang ke TPA, untuk belajar mengaji. Dengan modus serupa, pelaku mengajak ketiga anak itu ke rumahnya untuk menonton Om Telolet Om kembali. “Pelaku kembali mengulangi perbuatan cabulnya kepada anak itu sembari menonton film porno. Usai berbuat cabul, Basuni memberi uang Rp5 ribu ke masing-masing korban,” terang Sofingi.

Di hadapan petugas, Basuni mengaku khilaf. Menurutnya, pikiran kotor tiba-tiba terlintas begitu saja saat melihat para korbannya datang ke TPA. ”Saya memanggil para korban mengajak ngobrol di rumah. Memang saat itu kondisi rumah kosong,” ujar bapak tiga anak ini.

Sampai di kamar, ia menyuruh para korban tidur di kasur lalu ia cabuli. Basuni mengakui memberikan uang Rp5 ribu kepada para korbannya agar tutup mulut. “Saya malu kalau ketahuan warga sekitar,” ucap pria yang siang bekerja sebagai nelayan dan sore sebagai guru ngaji ini. (cr1)

Sumber : radarlampung.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here