BERBAGI
JAKARTA,  EkstraNews.Com – Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein tidak menutup kemungkinan langsung ditahan usai diperiksa secara intensif oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Rabu (17/5/2017) malam ini . Hal itu sebagaimana diisyaratkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

Meski begitu, Argo menegaskan, penahanan merupakan kewenangan penyidik. Hingga pukul 20:00 WIB, Firza masih diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan percakapan (chat) pornografi.

Menurut Argo, penahanan dapat dilakukan berdasarkan beberapa alasan. Yakni, agar tersangka tidak dapat menghilangkan barang bukti, tidak bisa melarikan diri dan tidak mengulangi perbuatan serupa.

“Tentunya alasan inilah yang akan dijadikan penyidik sebagai subjektivitas apakah nanti setelah selesai pemeriksaan kemudian dilakukan gelar perkara, apakah nanti akan ditahan atau tidak,” ungkapnya, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (17/5/2017) sore.

Selain itu, penahanan dapat dilakukan bila ancaman hukuman pidananya di atas lima tahun. “Atau ada ancamannya di bawah lima tahun tetapi ada pengecualian di pasal di KUHP di situ, dan dari subjektivitas penyidik,” imbuhnya.

Azis Yanuar, kuasa hukum Firza menyebutkan kliennya tidak pantas ditahan. Pasalnya, Firza dinilai kooperatif selama menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya hingga dijadikan tersangka.

“Kita masih nunggu, kita harapkan dari keterangan-keterangan yang beliau kemukakan sampai saat ini masih kooperatif, beliau dipanggil tidak datang kooperatif dengan kirimkan surat, lalu datang pukul 10 lebih awal. pertanyaan dijawab dengan baik tidak ada penolakan. Lalu berita acara ditandatangani beliau. Saya harap tidak ada menemukan alasan kuat kepolisian melakukan penahanan,” kata Azis di Mapolda Metro Jaya, siang tadi.

Firza ditetapkan tersangka setelah menjalani 12 jam pemeriksaan dan berdasarkan dua alat bukti yang cukup. Dia dikenakan Pasal 4 ayat 1 jo 29 dan atau Pasal 6 jo 32 dan atau Pasal 8 jo 34 UU RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman kurungan pidana di atas 5 tahun. (*)

Sumber: Poskotanews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here