BERBAGI

EkstraNews.com – Sepulang sekolah, Rendy Pratama (17) bekerja sebagai montir salah satu bengkel di Kecamatan Panjang, Bandarlampung. Meski bukan siswa jurusan mesin, ia mampu mengotak-atik mesin kendaraan roda dua dengan  mahir.

AZAN pertanda masuknya waktu salat Asar berkumandang. Terlihat seorang anak muda yang sedang asyik mengotak-atik kendaraan bergegas membereskan segala macam alat kerjanya. Seketika ia beranjak membersihkan tangan, kaki, serta tubuhnya yang kotor usai mengotak-atik kendaraan dan segera mengganti pakaiannya.

Langkah kakinya dengan cepat tertuju ke masjid yang hanya berjarak sekitar 10 meter dari bengkel tempat ia bekerja. Tujuannnya jelas. Yakni agar bisa ikut dalam barisan salat berjamaah di masjid.

Jemarinya sudah cekatan melakoni servis. Padahal, dirinya bersekolah di salah satu SMA Swasta di Panjang dengan jurusan IPS. Ternyata, bakat ini dia dapati dari sang ayah yang juga hobi membongkar motor yang sedang rusak.

Putra sulung dari tiga bersaudara ini memiliki dua adik yang masih berada di bangku SMP dan SD. Selama setahun belakangan, ia memilih bekerja karena tak tega terlalu menggantungkan hidup kepada kedua orang tuannya yang juga harus membiayai kedua adiknya sekolah. Ia memilih bekerja dan mengambil waktu bermainnya karena ingin hidup bermanfaat.

’’’Orang terbaik adalah orang yang bermanfaat bagi manusia. Baik kepada orang tua, maupun dirinya sendiri”. Demikian bunyi kalimat penyemangat yang memantik dirinya untuk berfikir bagaimana menjadi manusia bermanfaat. Dengan sedikit bekal keahlian yang miliki, ia mencoba peruntungannya sebagai montir.

Kali pertama menjadi montir, ia hanya mendapat upah Rp5 ribu per hari. Meskipun begitu, ia tetap tekun menjalani profesinya itu. Setiap uang yang didapat ia sisihkan untuk uang jajannya dan juga kedua adiknya. Ia pun menyisihkan untuk ditabungkan. Ia tak pernah mau meninggalkan shalatnya.

Saat ini ia sudah memiliki pendapatan yang cukup lumayan. Setiap hasil memperbaiki kendaraan di bagi dua antar pihak bengkel dan dirinya. Sehari ia terkadang bisa mendapat Rp25 ribu. Di bulan ramadan ini ia berdoa selalu agar kelak bisa masuk ke perguruan tinggi. Ia sangat ingin berkuliah dan bisa membanggakan kedua orang tuanya. (cr1)

 

Sumber : http://radarlampung.co.id/read/belajar-jadi-manusia-bermanfaat-sejak-dini/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here