BERBAGI

EkstraNews.com – Oknum pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Metro berinisial BS yang beberapa waktu lalu digerebek warga di rumah seorang wanita bersuami, memenuhi panggilan untuk datang dalam rangka pemeriksaan ke Inspektorat setempat.

Inspektur Kota Metro Jihad Helmi mengatakan, pemeriksaan terhadap BS dilakukan di ruangan tertutup. Hanya ada BS dan enam orang tim pemeriksa Inspektorat. Jihad mengatakan, penetapan sanksi atas dugaan perzinaan yang dilakukan BS tergantung dari keputusan rapat.

’’Semua tergantung keputusan rapat. Kita lihat hasil investigasinya. Tapi tentu apa pun hasilnya, pasti sudah melalui beberapa tahap. Kalau sanksi terberatnya ini bisa sampai lepas jabatan ataupun penurunan pangkat,” ungkapnya kemarin (6/6).

Pihaknya juga akan memanggil Ketua RT 05 Edy Saputra dan ketua RW 01. Keduanya mengetahui persis awal kejadian tersebut. “Agar tidak simpang siur informasinya, jadi kita memanggil pamong tersebut. Mereka juga yang mengetahuinya. Menurut informasi, BS tidak hanya sekali ini seperti itu. Kalau dari kepolisian, kami sudah dapat datanya,” tukasnya.

Berdasarkan informasi terakhir dari tim pemeriksa, ada sekitar 30 pertanyaan yang diajukan kepada BS. Pertanyaan tersebut seputar BS yang berada di rumah SM yang telah bersuami pada tengah malam. “Itu juga yang diajukan. Pokoknya secepatnya kita tunggu hasil akhir rapat dari tim pemeriksa,” tandasnya.

Diberitakan, BS, yang digerebek warga sekitar pukul 01.30 WIB Sabtu (3/6). Diketahui, dini hari itu, BS digerebek warga tengah berada di rumah SM, Jalan Tabuhan Gang Mbetek RT 05/RW 01, Kelurahan Banjarsari, Metro Utara.

Sekretaris Kota Metro Nasir A.T. sempat meminta maaf atas kejadian tersebut. ”Padahal kami sudah perintahkan kepada jajaran Satpol P) untuk rutin melakukan razia terhadap kegiatan-kegiatan yang akan mengganggu ibadah puasa, tetapi malah dari dalam terdapat oknum ASN yang tidak senonoh. Kami mohon maaf kepada masyarakat Metro,” sesalnya, kemarin (4/6).

Dia membenarkan telah menginstruksikan inspektorat memeriksa BS yang merupakan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) tersebut. Sementara, untuk proses hukum, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada yang berwajib. ”Itu sebagai dasar untuk pemberian sanksi. Apakah sanksi ringan, sedang, atau berat,” tukasnya.

Ketua RT 05 Edy Saputra mengatakan, SM merupakan wanita bersuami dengan dua orang anak, dan suaminya tengah bekerja di daerah Lubuk Linggau, Sumatera Selatan sehingga suaminya satu bulan sekali baru pulang ke rumah.

”Ini bukan kali pertamanya laki-laki itu ke rumah SM. Kalau bertamu seringnya malam. Kalau bertamu, kita lihat BS sedang duduk di dalam, tapi kok motornya dimasukin ke dalam, setelah itu pintu ditutup,” terangnya.

Dia menjelaskan, suami SM memang jarang pulang, karenanya ia dititipi pesan suami SM untuk mengawasi kediamannya. ”Suaminya meninggalkan KK sama KTP, dan minta tolong untuk mengawasi istrinya. Jadi kami sejak lima hari lalu mengawasinya. Mereka baru mengontrak di sini mulai Maret,” ungkapnya.

Terpisah, Kapolsek Metro Utara AKP Indriyanto membenarkan pihaknya mengamankan oknum ASN Pemkot Metro tersebut. ”Iya benar digerebek warga. Kami belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena suami dari wanita belum datang ke Polsek. Kita juga menunggu untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya. (cr1)

 

Sumber : http://radarlampung.co.id/read/2017/06/07/digerebek-inspektorat-periksa-oknum-pejabat/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here