BERBAGI

EkstraNews.com – Jalan Sultan Agung, Way Halim, Bandar Lampung, tampak becek pada Jumat siang, 16/6/2017. Hujan yang baru reda membuat dedaunan berserakan di jalan.

Seorang perempuan berjilbab terlihat menyapu. Ia mengumpulkan sampah yang bersebaran di Jalan Sultan Agung. Perempuan mengenakan masker itu seakan tak peduli dengan kendaraan yang lalu-lalang. Ninik Kasyani (38), nama perempuan tersebut. Ia salah satu penyapu jalanan di Kota Tapis Berseri. “Gaji saya sebulan cuma Rp1.250.000. Cukup atau tidak harus saya syukuri,” ujarnya saat menyapu di depan Rumah Makan Selera Bagindo, Jalan Sultan Agung.

Saban hari, warga Way Dadi, Sukarame, itu bekerja secara bertahap, yakni pukul 05.00-06.30, 10.00-11.00, dan 03.00-selesai. Ia tidak pernah libur, bahkan saat Idulfitri. “Mau gimana lagi, saya harus selalu kerja tiap hari. Gaji saya kecil, cuma cukup buat makan. Kalau saya tidak bekerja, saya bakal digantikan orang lain. Dampaknya, saya harus bayar Rp20 ribu,” kata Ninik.

Ibu lima anak itu sekitar tiga tahun menjadi penyapu jalanan. Baginya, yang paling susah adalah musim kemarau. Sebab, dedaunan berserakan tidak karuan di jalan. “Biasanya, saya dibantu anak atau suami kalau mereka sedang libur,” ucapnya.(cr1)

 

Sumber : http://duajurai.co/2017/06/16/pengabdian-ninik-penyapu-jalan-berupah-rp125-juta-yang-tak-pernah-libur/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here