BERBAGI
EkstraNews.com – Bandar Lampung –¬†Sopir truk bernomor polisi BD 8853 AQ yang dikemudikan oleh Weyka R (46) warga Desa Tinggihari, Tanjungkemuning, Kaur, Bengkulu menerima upah Rp7 juta dalam membawa daging celeng.
Hal ini disampaikannya saat ekspose di Mapolresta Bandar Lampung, Rabu, 21 Juni 2017.
“Baru kali ini. Bawa kelapa biasanya. Saya kemarin udah dua bulan nganggur,” ucap dia kepada awak media.
Dia pun mendapatkan daging celeng dari Manak di Bengkulu. “Dari Manak yang punya Sianturi. Dikasih Rp7 juta. Tapi baru dapet Rp3,5 juta,” bebernya.
Dia pun mengakui kalau daging celeng akan dibawa ke Tangerang. “Tangerang. Alamatnya nanti ditelpon disana,” tuturnya.
Weyka belum tahu akan diapakan uang yang diterimanya usai mengantar daging celeng. “Saya juga belum tahu dan gak ada makan lagi,” terangnya.
Akibat perbuatannya Weyka dikenakan pasal 6 huruf a, dan huruf c, pasal 9 ayat 1 jo pasal 31 ayat (1) dan ayat (2) Undang-undang RI Karantina No 16 tahun 1992 tentang karantina hewan ikan dan tumbuhan dengan ancaman hukuman paling lama 3 tahun denda Rp15.000.000 jo pasal 55 ayat (1) dan 56 ayat (1) dan (2) KUHP. (cr1)

Sumber Berita: http://www.saibumi.com/artikel-83932-pengemudi-truk-daging-celeng-diupahi-rp7-juta-untuk-antarkan-ke-tangerang.html#ixzz4kdkVDhV3

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here