BERBAGI

EkstraNews.com – Sidang perkara perzinaan dengan terdakwa oknum perwira Polda Lampung Ajun Komisaris Besar FIF dan oknum polwan Inspektur Dua AN kembali digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (13/6).

Pada sidang kali ini agendanya mendengarkan tuntutan penuntut umum. Sidang berlangsung tertutup. Awak media tidak diperkenankan masuk ke ruang sidang.

Hanya jaksa, majelis hakim dan pengacara kedua terdakwa yang ada di ruang sidang.

Informasi yang diperoleh wartawan, kedua terdakwa dituntut hukuman penjara selama tiga bulan. Tuntutan itu tergolong ringan.

Pasal yang dikenakan adalah Pasal 284 KUHP. Dalam pasal itu diatur hukuman sembilan bulan penjara bagi pelaku mukah.

Sebelum sidang, FIF yang mengenakan kemeja biru menyalami jaksa penuntut umum.

Majelis hakim yang diketuai Novian Saputra membuka sidang dan menyatakan sidang tertutup untuk umum.

Usai persidangan, jaksa penuntut umum Roosman Yusa tidak mau memberikan keterangan.

Yusa hanya menunjuk jarinya/ ke arah dalam ruangan sidang saat dimintai keterangan oleh para jurnalis.

Begitu juga dengan pihak pengacara kedua terdakwa.

“Saya tidak tahu. Saya tidak ikut sidang,” ketus Johan, pengacara kedua terdakwa. Padahal Johan berada di dalam ruang sidang sepanjang persidangan.

Ipda AN yang mengenakan jilbab merah muda dengan sepatu kets putih tampak berjalan di belakang Johan saat keluar dari ruang sidang.

Sedangkan FIF masih berada di dalam ruang sidang biarpun ruang sidang dipakai untuk persidangan perkara lain.

Dari informasi yang didapat wartawan, kedua terdakwa dituntut dengan pidana penjara selama tiga bulan.

Ini dibenarkan oleh Humas Pengadilan Negeri Tanjungkarang Mansur Bustami.

Mansur menerangkan, kedua terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 284 KUHP tentang Perzinaan.

“Kedua terdakwa dituntut masing-masing tiga bulan penjara,” ujar Mansur saat diwawancarai di ruang kerjanya seusai sidang.

Menurut Mansur, sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan pembelaan.
Pada perkara ini, jaksa penuntut umum hanya mendakwa kedua terdakwa dengan dakwaan tunggal yaitu Pasal 284 KUHP.

FI dan AN diamankan oleh anggota Provost Polda Lampung bersama Ipda D (suami AN) di sebuah hotel di Kota Bandar Lampung, Senin (30/1) siang.

AS, kerabat Ipda D, mengatakan, FI dan AN menginap di hotel tersebut sejak Minggu (29/1) malam. Ia juga menduga keduanya sudah lama menjalin hubungan.

Demosi ke Luar Lampung

AKBP FIF dan Ipda AN sudah menjalani sidang disiplin dan etik. Keduanya dikenakan mutasi yang sifatnya demosi ke luar wilayah Lampung.

Informasi mengenai hasil sidang disiplin dan etik tersebut diperoleh Tribun dari AS, kerabat dari Ipda D yang merupakan suami dari Ipda AN.

“Saya dengar sudah disidang terkait disiplin dan kode etik. Itu merupakan kewenangan atasan yang berhak menghukum,” katanya kepada Tribun melalui pesan WhatsApp, Kamis (9/3) lalu.

Informasi yang diperoleh dari AS, sidang disiplin digelar pada 21 Februari 2017. Sidangnya bahkan berlangsung hingga pukul 21.00 WIB.

“Keputusannya, keduanya dikenakan demosi mutasi ke luar wilayah Lampung,” kata AS.

Dalam sidang tersebut, keduanya juga diharuskan membuat permohonan maaf secara lisan maupun tertulis terhadap institusi Polri.

Keduanya pun mendapat sanksi pembinaan mental selama satu bulan.(cr1)

 

 

Sumber : http://lampung.tribunnews.com/2017/06/17/polwan-dipergoki-suami-ngamar-dengan-perwira-di-hotel-begini-nasibnya-kini?page=3

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here