BERBAGI
EkstraNews.com – Bandar Lampung – Tempat kedua Tim Pengawasan Pangan Provinsi Lampung menemukan produk impor yang tak berizin dan kadaluarsa di Swalayan Gelael Jalan Jend. Sudirman, Enggal, Bandar Lampung, Senin 5 Juni 2017.
Untuk produk impor sebanyak 15 kaleng Bake Beans SW (Sayur Kacang) in Tomate Sauce diimpor oleh Induk Koperasi TNI Angkatan Darat di Jakarta, Chan Pui Mui Chinese Traditional Food tidak dilabeli halal dan berizin fiktif, dan Mumu Jelly Es Mie Baso 1 bungkus yang kadaluarsa serta Roti Maryam yang izin edarnya kadaluarsa (telah habis).
Tidak hanya itu, buah-buahan dan sayuran juga masih ditemukan tidak layak dijual seperti sudah menjamur yakni labu siam kecil 5 pack, anggur hijau 17 pack, anggur merah 1 pack, anggur hitam 1 pack, tomat ceri 1 pack, dan jeruk ponkam 1 buah. Buah dan sayuran pun akhirnya dilakukan pemusnahan.
Perwakilan BBPOM Bandar Lampung Hotna mengaku terdapat produk impor yang tidak memiliki izin atau izinnya fiktif. “Ini berizin fiktif┬áBake Beans SW (Sayur Kacang) in Tomate Sauce,” ujarnya.
Kepala Bidang Keamanan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung Oktovia Hafid mengatakan masih terdapat buah dan sayuran ditemukan dalam keadaan menjamur serta busuk. “Ini labu siam sudah menjamur kita tarik dan diminta untuk dimusnahkan,” ungkapnya.
Perwakilan dari Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung Anita Cahya mengatakan roti maryam izin depkes harusnya sudah izin Dinkes. “Gak ada lagi (Depkes) harusnya Dinkes. Dimana tempat produksinya disitu izinnya dibuat,” ungkapnya.
Menurutnya, ini belum disosialisakan. “Karena dari sini kita belum nyosialisasikan. Lumayan banyak (roti maryam). Kadaluarsanya masih lama ini,” tuturnya.
Untuk diketahui, sebelumnya terdapat 22 produk yang kadaluarsa izin edarnya di Hypermarket yakni ayam potong paha atas 1 pack, sosis ayam 2 plastik, tepung panir 15 pack, sagu biji 18 pack, lap Chiong (dendeng balado) 15 pack, minuman yeos 4 kg, adon Sarinah 6 plastik, chicken coctail dan bakso ikan.
Asisten Manager Gelael Ahmad Nur Akbar menanggapi sidak yang dilakukan instansi terkait sangat positif. “Kalau dari kami tanggapannya positif artinya kami menjual barang-barang yang baik. SDM kami yang terbatas sehingga sulit melakukan pengawasan secara lebih detail,” ungkap dia kepada wartawan.
Dengan adanya sidak ini, lanjut dia, bisa memperbaiki ini semua. “Kita juga minta koordinasi dengan dinas terkait agar tidak terulang lagi. Kan selama ini kurang koordinasinya,” tandasnya. (cr1)

Sumber Berita: http://www.saibumi.com/artikel-83755-tim-pengawasan-pangan-provinsi-lampung-temukan-produk-impor-tak-berizin-dan-kadaluarsa-di-swalayan-i.html#ixzz4j8doUEHv

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here