BERBAGI

EkstraNews.com – BANDAR LAMPUNG – Dua novelis asal Lampung, Rilda A Oe Taneko dan Rosita Sihombing, punya keinginan untuk menghabiskan hari tua di Bumi Ruwa Jurai. Keduanya sangat mencintai Lampung, sehingga panggilan untuk pulang itu begitu kuat.

Mereka sering merindukan kampung halaman kala di negeri orang. Rasa sunyi kerap mendera meski sedang berada di tengah keramaian Eropa. Belasan tahun di Eropa, Rilda mengatakan, selalu ada keinginan kembali ke Lampung. Sementara ini dia hanya pulang setahun sekali ketika Mudik Lebaran.

“Ada keinginan, selalu ingin pulang. Sebab, kota ini kan tumbuh. Setiap saya kembali setahun atau dua tahun sekali, selalu ada perubahan. Di situ aku merasa ada yang kelewatan. Seperti ketika kita punya anak, kita melewatkan momen pertama kali anak bicara atau berkembang. Itu yang saya rasa ketika melihat Lampung berubah. Aku tak mau melewatkan itu. Aku pengen tumbuh sama-sama,” ucap Rilda dengan suara terbata-bata saat menjadi narasumber Kafe Juwe di Studio Radio Andalas, Way Halim, Bandar Lampung, Kamis, 20/7/2017. Acara talkshow tersebut dipandu Pemimpin Redaksi (Pemred) media Juwendra Asdiansyah.

Banyak hal yang membuatnya selalu merasa rindu Lampung. Banyak yang mengesankan di Lampung, salah satunya kekerabatan yang kuat. Setiap pulang, perempuan yang biasa disapa Ara itu selalu kumpul bersama keluarga. “Makanannya selalu bikin kangen. Alamnya, laut, gunung, dan semua teman-teman. Seindahnya Eropa, itu bukan milik kita,” kata Rilda yang saat ini bermukim di Lancaster, bagian Utara Inggris.

Hal senada disampaikan Rosita. Perempuan berdarah Batak yang akrab dipanggil Sikrit itu tak tertarik menjadi warga negara Prancis. Dia sangat cinta Lampung, dan akan tetap kembali ke Lampung. Sebab, sang suami juga cinta dengan Lampung. Sementara ini, dia mengikut suami karena pekerjaan sang suami di Prancis. “Suatu hari nanti, saya minta doanya, saya ingin tinggal di Lampung,” ujarnya.

Hal-hal yang membuat panggilan untuk kembali ke Lampung sangat besar adalah karena orang tua dan keluarganya. Dia memang memiliki hubungan yang harmonis dengan keluarga suaminya di Eropa, namun tetap merasa ada yang berbeda. “Saya bisa nangis kalau saya rindu. Saya selalu update apapun tentang Indonesia, khususnya Lampung,” kata dia.

“Ada jalan terindah di dunia, Champ Ellysees, di Eropa sana. Tapi, tetap jalan terindah itu dekat rumah saya. Ada makam terindah di Eropa, tapi bagi saya makam terindah itu tetap di Kebon Jeruk, Bandar Lampung, makam orang tua saya,” ucap Rosita dengan mata berkaca-kaca.

Kafe Juwe merupakan kerja bareng antara Radio Andalas 102,7 FM dengan media Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya. Selama 21 episode, Kafe Juwe mengudara saban Jumat, pukul 9.00-10.00 WIB. Mulai hari ini, talkshow yang mengupas segala hal secara renyah itu mengudara setiap Kamis, pukul 10.00-11.00 WIB. Selain di Radio Andalas, Kafe Juwe juga bisa didengarkan di Radio RBK 104,3 FM.(cr1)

 

 

Sumber : http://duajurai.co/2017/07/20/belasan-tahun-tinggal-di-eropa-2-novelis-ini-ingin-habiskan-hari-tua-di-lampung/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here