BERBAGI

EkstraNews.com – Lampung – Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung menyatakan, perdesaan di Bumi Ruwa Jurai mengalami inflasi sebesar 0,33% pada Juni 2017. Penyebab inflasi karena kenaikan indeks harga.

Kenaikan tersebut pada hampir seluruh kelompok, yaitu kelompok sandang; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau; kelompok perumahan; dan kelompok kesehatan. Kemudian, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga; serta kelompok transportasi dan komunikasi. Sedangkan kelompok bahan makanan mengalami penurunan indeks harga,” demikian keterangan BPS Lampung, seperti dikutip dari lamannya, Sabtu, 15/7/2017.

BPS Lampung melaporkan, pada Juni 2017, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga. Kenaikan dimaksud pada komoditas tanaman pangan, seperti jagung, kacang-kacangan, ketela pohon, dan ubi jalar. Kemudian, pada subsektor peternakan, perikanan tangkap, dan subsektor perikanan budi daya. Sedangkan komoditas tanaman hortikultura dan perkebunan, seperti cabai merah, cabai rawit, alpukat, jeruk, lada, karet, dan kelapa sawit mengalami penurunan harga.

Dari 33 provinsi yang diamati perkembangan harganya pada Juni 2017, tercatat 13 provinsi mengalami kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) dan 20 provinsi lainnya mengalami penurunan. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Banten dengan peningkatan sebesar 1,34%. Sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Bangka Belitung yang turun sebesar 1,42%. Sementara, NTP Provinsi Lampung tercatat sebesar 104,18.(cr1)

 

 

Sumber : http://duajurai.co/2017/07/15/juni-2017-perdesaan-di-lampung-alami-inflasi-033/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here