BERBAGI

EkstraNews.com – Bandar Lampung – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung akan berkoordinasi dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Republik Indonesia dalam melakukan penindakan yang melanggar pidana zat radioaktif.

Wakil Kepala Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung AKBP Muhammad Anwar mengatakan telah melakukan inspeksi mendadak bersama Bapeten dalam penggunaan radioaktif dan perizinannya. “Mereka memiliki izinnya. Kalau belum itu bisa mengurus izinnya tidak perlu sampai berlanjut proses pidana. Lebih mengedepankan pembinaan dan administrasi. Lebih ketindakan persuasif,” ungkap dia kepada awak media Kamis, 27 Juli 2017.

Perwira menengah dengan dua melati dipundak ini menerangkan yang dikedepankan memang pembinaan. “Tidak berlaku nanti diurus. Kalau tidak dilakukan juga. Kita akan lakukan proses pidana,” tuturnya.

Dia menjelaskan yang melanggar pidana tersebut dapat dijerat UU No 10 tahun 1997 tentang ketenaganukliran. “Dua tahun penjara dan denda Rp100 juta. Bisa tapi kita warning dulu (belum ada izin, ed). Terus dia mengindahkan tidak ada masalah. Kami koordinasinya dengan Bapeten setiap ada penindakan,” tandasnya.

Sumber Berita: Sbi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here