BERBAGI

EkstraNews.com – Ada yang istimewa dari peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXIV. Untuk kali pertama, peringatan Harganas diisi dengan Kemah Keluarga Indonesia (KKI). Mereka berkumpul untuk mendapat pengetahuan terkait membangun rumah tangga yang harmonis.

KESAN semarak peringatan Harganas XXIV sudah bisa terasa meski belum memasuki wilayah Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Wayhalim. Sejumlah umbul-umbul dan spanduk terkait Harganas terlihat di sepanjang Jl. Sultan Agung sampai area PKOR.

Memasuki lokasi pelaksanaan, tiga panggung megah berdiri kokoh di halaman PKOR. Masing-masing di depan pintu utama Stadion Sumpah Pemuda, di lapangan sekitar anjungan rumah adat, serta di bagian belakang stadion. Terdapat pula bangunan dan tarup yang menjajakkan aneka makanan dan kerajinan nusantara dari berbagai daerah se-Indonesia.

Selain keberadaan sejumlah panggung megah, yang juga menarik perhatian adalah adanya ratusan tenda sederhana didirikan di wilayah pelaksanaan kegiatan Harganas. Usut punya usut, ternyata di situlah para keluarga dari 24 provinsi berkumpul untuk kegiatan Kemah Keluarga Indonesia (KKI). Mereka berlindung dari teriknya panas dan dinginnya malam di dalam tenda yang dibuat sebanyak 200 tenda.

Para peserta KKI merupakan pra-KS (keluarga  sejahtera) dan KS 1. Dengan rincian, 150 keluarga dari Lampung dan 50 keluarga dari provinsi lainnya. ’’Terdapat 800 orang yang terlibat dalam kegiatan KKI ini,” ujar Wakil Direktorat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BkkbN) Bidang Balita dan Anak Endang Sriwaryanti membuka perbincangan terkait KKI.

Endang menjelaskan, peserta KKI didapati setelah pihak BkkbN mengirim surat ke setiap provinsi yang berkenan mengirim keluarga pra sejahtera dan sejahtera satu untuk mengikuti kegiatan tersebut. ’’Pesertannya terdiri dari satu suami, satu istri, dan dua anak,” ucapnya.

Melalui KKI, kata dia, para peserta belajar membangun rumah tangga yang baik dari sejumlah pakar. Salah satunya adalah cara pengasuhan anak yang baik. Sebab, konsep yang diambil dalam acara ini tidak lain adalah ketahanan keluarga. Yakni mencakup kiat keluarga berinteraksi, keluarga berdaya, keluarga membangun, hingga keluarga peduli.

’’Saat ini kebanyakan masing-masing keluarga mempunnyai ponsel. Yang mana, walau berkumpul mereka cenderung tidak saling berkonunikasi. Akibatnya, anak-anak menjadi egois, menjadi nggak peka terhadap sekitar, hingga menyebabkan berkurangnnya etika. Ini yang kita bangun di sini agar karakter mereka lebih terbentuk,” teranya.

Untuk transportasi, peserta dibiayai oleh pemprov masing-masing. Sementara konsumsi selama di perkemahan, keseluruhannya telah disediakan oleh penangungjawab acara.

Semmy Rumbino (37) dan Rina Kaaf (33) bersama dua orang anaknnya Fernando (14) dan Valintino (5) menjadi salah satu peserta KKI. Warga asal Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat itu telah tiba di Lampung sejak Rabu (12), dan menginap di kem 91, Kemiling, Bandarlampung.

Mereka merasa senang bisa ngengikutin acara KKI BkkbN. Sebab, melalui kegitan ini mereka bisa bertemu dengan keluarga dari provinsi dan kota lainnya. Menurutnya, sebelum berangkat ke Lampung, Semmy dan keluarganya telah mendapat pengantar terlebih dahulu dari pemprov Papua Barat. ”Kami siap menjalani kemah ini dan merasa senang. Salah satunya kami juga bisa belajar logat (aksen) bahasa masyarakat se-Indonesia,” ucapnnya. (cr1)

 

 

Sumber : http://radarlampung.co.id/read/melihat-keseruan-kki-di-peringatan-harganas-xxiv/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here