BERBAGI
EkstraNews.com – Mesuji – Koordinator Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Kabupaten Mesuji Asrul Anwar buka suara terkait dugaan adanya pemotongan dalam program bantuan bagi masyarakat kurang mampu tersebut.
Kepada media ini, dia membahtah telah melaku pungutan atau memotong bantuan PKH sebesar Rp 50.000 per kepala keluarga (kk).
“Saya minta anda klarifikasi, tidak ada pendamping PKH melakukan potongan pada bantuan untuk masyarakat,” kata dia, Rabu (16/8).
Menurut dia, seandainya pun itu ada pungutan, bukan pendamping yang memungut. Melainkan ketua kelonpok masyarakat penerima bantuan di masing-masing desa.
“Seandainya itu ada, mungkin ketua kelompok yang melakukan potongan. Memang anda dapat informasi adanya pemotongan ini dari siapa dan apa buktinya,?”tanya dia dengan nada sedikit keras kepada media melalui saluran telepone.
Setiap pertiga bulan lanjut dia, para kelompok penerima bantuan keluarga harapan ini melakukan perkumpulan untuk perifikasi data. “Ya mungkin mereka mungut untuk biaya potocopi dan beli minum saat perkumpulan. Dan ini tidak ada intruksi dari kami selaku pendamping, baik pendamping kabupaten maupun pendamping kecamatan,” tandasnya.
Terpisah Bupati Mesuji Khamami juga turut buka suara prihal adanya potongan pada bantuan itu. Dia menyesalkan bantuan yang semestinya disalurkan secara utuh membantu ringankan beban masyarakat kurang mampun.
“Apapun alasannya potongan itu sama dengan pungli dan tak dibenarkan. Tentu kita sesalkan,” tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, Bantuan dana Program Keluarga Harapan (PKH) untuk sejumlah warga di Kecamatan Rajawitu Utara baru saja diserahkan pada Minggu (13/8) oleh Wakil Bupati Mesuji Hi. Sapli.
Sayang, bantuan bagi keluarga kurang mempu tersebut tercoreng. Diduga bantuan tersebut dipotong sebesar Rp50 ribu per kepala keluarga (KK) oleh pendamping PKH di kecamatan itu.

Hal itu terungkap dari salah satu penerima bantuan asal Desa Sungaisidang, Kecamatan Rawajitu Utara. Dia mengaku bingung dengan adanya potongan tersebut sebab tak jelas alasan pendamping memotong.

“Ya mas, memang dipotong  Rp50 ribu setiap keluarga yang dapat bantuan. Yang membuat kami heran alasannya gak jelas, mereka nariknya buat apa,” jelas warga yang mewanti agar namanya tak dipublikasi.

Terpisah Camat Rawajitu Utara Matnur Arifin ketika dikonfirmasi telah mendengar informasi terkait pemotongan bantuan itu.

Menurut dia, berdasarkan berdasarkan pengakuan pendamping PKH mereka memotong bantuan untuk biaya rapat. “Ya, memang saya sudah dengar. Dan pengakuan mereka untuk biaya rapat yang para pendamping PKH laksanakan setiap bulan sekali,” katanya.

Menurut dia, ada sekitar 600 lebih penerima bantuan PKH di Kecamatan Rawajitu Utara. Itu artinya bantuan yang mereka sunat mencapai Rp30 juta. Dan dia meminta para pendamping PKH segera mengembalikan dana bantuan PKH yang mereka potong.

“Besok rencana para pendamping saya panggil dan saya akan minta mereka kembalikan hak penerima. Karena apapun alasannya pungutan itu menyalahi aturan,” tandasnya.

(ish/mfn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here