BERBAGI

EkstraNews.com, KOTAGAJAH – Sejumlah guru di SMAN 1 Kotagajah, Kabupaten  Lampung Tengah mengeluhkan adanya pemotongan gaji sebesar Rp 25 ribu. Sejumlah guru mengaku, potongan tersebut atas arahan Kepala SMAN 1 Kotagajah, Dasiyo saat gaji para guru dicairkan.

“Tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Saat gaji cair, sudah ada pemotongan,” kata seorang guru PNS di sekolah tersebut.

Terpisah, Kepala SMAN 1 Kotagajah, Dasiyo tak menampik adanya pemotongan tersebut. Dia berdalih, gaji para guru sengaja di potong guna memeriahkan HUT RI ke 72 yang lalu. “Dasarnya surat edaran dari kecamatan (Camat Kotagajah) yang meminta bantuan sumbangan kepada Guru PNS di sekolah ini. Besarannya berfariatif sesuai kepangkatan. Umumnya Rp20 sampai Rp25 ribu,” katanya kepada wartawan Selasa (22/8/2017) kemarin.

Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Lamteng, Dedi Saputra ST  menegaskan gaji guru tidak bisa dipotong dengan dalih apapun. Apabila ada pemotongan, guru yang bersangkutan diharapkan segera membuat laporan ke polisi.“Saya tegaskan gaji guru itu tidak bisa dipotong dengan dalih apapun dan untuk apapun. Apabila ada guru yang merasa gajinya dipotong, saya harap segera lapor ke polisi,” kata Dedi kepada wartawan, Rabu (23/8/2017).

Politisi partai Demokrat ini juga mengatakan, pemotongan gaji guru juga merupakan salah satu praktek pungutan liar (pungli). Untuk itu, ia mengimbau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat agar terus memantau sekolah-sekolah yang melakukan pungli terhadap gurunya.

“Praktek pungli harus kita jauhi. Saya imbau Disdik agar dapat mengontrol sekolah-sekolah ataupun UPDT yang melakukan pungli terhadap guru-guru,” pungkasnya.(zul)

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here