BERBAGI

EkstraNews.com – Lampung – Para pelajar Lampung panen medali di Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM). Ajang tersebut berlangsung pada 7–11 Agustus di Jogjakarta.

Pada gelaran KSM, Lampung menyabet satu emas, dua perak, dan satu perunggu. Sementara pada Aksioma, Lampung meraih satu emas dan tiga perunggu. Capaian tersebut dilengkapi dengan predikat juara harapan III Ekspo Madrasah.

Medali emas dalam ajang KSM diperoleh Lampung melalui Nabila Aurelia Fatimah dalam bidang studi matematika tingkat madrasah ibtidaiyah (MI). Sebelumnya, siswi SD Islam Az Zahra Bandarlampung ini juga meraih medali emas dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) Ke-16 di Pekanbaru, Riau, pada Juli serta medali perak dalam ajang Singapore Mathematics Olympiad Challenge (Simoc), Singapura, di bulan yang sama.

Pada ajang KSM, prestasi turut membanggakan juga dipersembahkan Ahmad Aulia Fadly, siswa MAN 1 Bandarlampung yang meraih medali perak bidang studi fisika madrasah aliyah (MA). Kemudian medali perak juga diraih M. Rofif Nurfaizi, siswa MAN 1 Metro, dari bidang studi kimia MA. Ditambah prestasi Riyyan Syah Real, siswa MI Mathla’ul Anwar Sindangsari, Lampung Selatan, yang meraih medali perunggu bidang studi IPA MI.

Sementara, raihan emas dalam Aksioma dipersembahkan oleh M. Teja Dwi Priyanto. Siswa MAN 1 Bandarlampung ini meraih juara I cabang lomba tenis meja MA putra. Kemudian Fitra Ihsan Nurhuda (MI Muhammadiyah Tanjung Qencono, Lampung Timur) meraih perunggu cabang lomba MTQ MI. Lalu tujuh siswi MTsN 2 Pringsewu meraih perunggu cabang lomba hadroh putri. Serta Nidaul Fauziah (MTs Al Muhajirin, Lampung Barat) meraih medali perunggu cabang lomba tenis meja MTs putri.

Siti Fatimah, salah satu guru pendamping pelajar Lampung, menerangkan, Aksioma dan KSM ini merupakan ajang strategis mengembangkan bakat, kompetensi, dan prestasi anak muda. Serta menumbuhkembangkan karakter unggul, integritas, sportivitas, dan intelektualitas yang dibutuhkan di era yang makin kompetitif ini.

Aksioma dan KSM diharapkan dapat menjadi ajang efektif dan strategis dalam rangka memupuk motivasi siswa untuk terus mencintai serta bergairah mempelajari bidang seni, olahraga, ilmu pengetahuan dan teknologi.

Setelah memiliki dan mengamalkan ajaran agama Islam yang kuat dan menjadi panutan bagi yang lainnya, sebagai anak bangsa yang baik dan berakhlakul karimah, diharapkan setiap siswa madrasah/sekolah mampu membangun bangsa, khususnya di bidang Iptek yang semakin hari semakin tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat saat ini.

Adapun perlombaan ini diiniasi oleh Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah serta Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. ’’Aksioma merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap dua tahunan. Sementara KSM merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang diikuti para siswa berprestasi yang lolos pada seleksi di tingkat provinsi,” kata wanita yang akrab disapa Bunda Ning tersebut. (rlpg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here