BERBAGI

Ekstranews.com – Kabid Propam Polda Lampung Kombes Anton Setyawan mengatakan, hasil pemeriksaan terhadap Kapolres Way Kanan AKBP Budi Asrul Kurniawan, terkait penghinaan terhadap wartawan masih dalam proses.

“Hasil pemeriksaan nanti kami proses, kalau ada pelanggaran disitu, seperti pelanggaran disiplin dan kode etik pasti kami proses. Namun itu masih perlu pemeriksaan lagi terhadap dua saksi yang ada di tempat,” ujarnya saat dihubungi via telepon, Selasa, 29/8/2017.

Pihaknya belum dapat menjelaskan secara rinci pelanggaran yang dilakukan perwira menengah tersebut. “Dugaan sementara baru pemeriksaan dan nanti kita periksa saksi dan kemudian kami analisa evaluasi di mana pelanggarannya,” paparnya.

Dia menambahkan, rencananya akan melakukan pemanggilan terhadap dua orang wartawan yang dijadikan saksi. Namun, pihaknya belum mengetahui kapan melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi itu.”Untuk pemanggilan kedua saksi nanti kita jadwalkan,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Waykanan AKBP Budi Asrul kurniawan menyatakan ucapan penghinaan terhadap profesi wartawan. Penghinaan ini terjadi saat kegiatan penertiban aksi antara massa pro dan kontra angkutan batu bara di Kampung Negeri Baru, Kecamatan Blambangan Umbu, Minggu 27 Agustus 2017. Dari rekaman yang beredar di awak media, Budi mendiskreditkan media cetak.

Dia menyebut, di era sekarang masyarakat lebih suka membuka situs media online ketimbang membaca media cetak. Apa lagi, media cetak di daerah.

“Kalau gua tuh udah enggak butuh sama wartawan jujur saja, yang baca koran hari ini itu siapa? Apalagi koran lu Lampung kelas cacingan gitu. Orang baca itu detik. Follower lu berapa? Lu mau tulis gua kaya apa pun silakan. Buktinya gua ditulis kayak gitu juga tidak ada yang lihat gua,” kata Budi dalam rekaman tersebut.

Tak sampai di situ, Budi menyatakan tidak membutuhkan publikasi media. Bahkan, dia menyatakan saat ini masyarakat lebih doyan menonton televisi yang menyajikan film layar lebar termasuk porno.

“Lu bangun tidur bacanya apa? WA (Whatsapp) kan? Mana ada yang baca koran lagi sekarang, sudah tutup semua kok koran itu. Nonton tv (televisi) juga banyak yang nonton tv. Orang pada nonton HBO, nonton bokep. Ngapain nonton berita?,” ujarnya.

Terakhir, dalam video itu terdengar Budi menantang wartawan yang berada di lokasi untuk menyebarluaskan pernyataannya kepada seluruh wartawan. “Kasih tahu wartawan yang lain. Mau serang, serang gua lah, gua tunggu benar di sini,” ucap dia.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here