BERBAGI

EkstraNews.com – BANDARLAMPUNG – Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Bandarlampung, menyatakan bahwa penarikan retribusi parkir di usaha retail seperti Indomarft dan alfamart serta Candramart dan lainnya dinyatakan pungli (pungutan liar).
Pasalnya, menurut Kepala BPPRD Yanwardi, pengelola atau mangemen usaha retail tersebut sudah membayar pajak parkir ke pemerintah kota (Pemkot) Bandarlampung. “Ya itu pungli namanya, karena mereka sudah bayar pajak parkir, kalau pun ada petugas parkirnya, mereka itu ilegal. Makanya kami imbau, masyarakat jangan memberi uang parkir kepada petugas yang berada dilingkungan minimarket atau supermarket, kan sering juga kita lihat ditulis bahwa parkir gratis,” tegas Yanwardi, saat dijumpai di ruang kerjanya, Rabu (23/8).
Meskipun petugas yang menarik retribusi parkir di Indomart atau Alfamart dan Candramart itu mengenakan seragam Dishub (Dinas Perhubungan), namun pihaknya tidak membenarkan, karena biaya yang diberikan masyarakat tersebut tidak masuk ke kas daerah. “Ya, nggak tau masuk mana, yang jelas kalau perusahaan retail itu sudah membayar pajak parkirnya, kami tidak menerima setoran parkir dari parkir inomart atau alfamart,” kata dia.
Sepengatuan dia, penarikan retribusi parkir yang masuk kas daerah melalui UPT Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) adalag parkir tepi jalan dan rumah toko (Ruko) dan restoran-restoran di pinggir jalan. “Ya memang bukan tugas kami kalau retribusi parkir tepi jalan, namun yang masuk pajak parkirnya sudah di BPPRD, seperti hotel, restoran, rumah makan, mal dan yang sudah menggunakan e-Parkir itu mereka bayak pajak parkir sesuai dengan paraturan yang berlaku,” uvcapnya.
“Tidak boleh itu penarikan parkir, apalagi sampe minta, itu jatuhnya pungutan liar (Pungli) karena pada dasarnya sekarang ini retribusi pajak parkir telah langsung di bayarkan oleh supermarket kepada pemerintah daerah,” ujarnya, kepada Rakyat Lampung.
Dan juga, lanjutnya meskipun petugas menggunkan rompi Dinas Perhubungan, Yanwardi tetap menegaskan tindak penarikan uang parkir tetap tidak diperbolehkan, “iya itu Pungli, karena kan melihat saat ini retribusi pajak parkir mall, hotel, supermarket, minimarket telah beralih kepada BPPRD, maka dari itu semua telah kita limpahkan kepada pihak supermarket dan kalaupun tetap memberi imbalan uang kepada petugas parkir itu salah karena uangnya tidak masuk dalam kas daerah, jangan siapa yang di rugikan rakyat lagi dong?,” paparnya.

Nah, dirinya juga memaparkan keluhan yang di hadapi pihak mini market, serta supermarket yang tetap ada di halaman parkir, “kita sudah beri teguran juga kepada supermarketnya, karena kan banyak juga yang ada petugas parkir tudak sesuai dengan aturan, misal tidak menjaganya, kalau hilang yang bertanggung jawab siapa? Petugas juga kan kadang kurang, jadi kita meminta kepada pihak supermarket untuk memasang cctv saja, bisa dipantau, namun pihak supermarket pun kewalahan, meski telah di beritahu kepada petugas parkir untuk tidak memberi jasa parkir di halaman supermarket, mereka tetap saha nakal dan tidak mau pergi, itu keluhannya, kan kasihan,” terangnya.

Maka dari itu, dirinya berharap kepada masyarakat jangan memberi uang kepada petugas parkir, dan untuk mini market serta supermarket untuk memberi plang “parkir gratis” dihalaman supermarket. “Kita himbau kepada masyarakat agar tidak mudah memberi uang, karena melihat kondisi saat ini itu kan jatuhnya pungli, dan untuk supermarket untuk memberi plang parkir gratis di halaman supermarket,” tandasnya.
Namun sayang, ketika akan di konfirmasi mengenai hal ini kepada unit pelaksana atugas (UPT) Parkir Dishub setempat, Kepala UPT Parkir Apruli, enggan mengangkat telepon genggamnya. (yen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here