BERBAGI
EkstraNews.com – PANARAGAN – Agar untuk dapat mengingatkan anak bangsa tentang sejarah Komando Rayon Militer 412-01/TBT dan 412-05/TBU, Distrik Militer 0412 Lampung Utara, Sabtu malam (23/9) pukul 20.15 Wib, menggelar nonton bareng (nobar) pemutaran film Gerakan 30 September 1965 pemberontakan Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI).
Meski rencana sebelum pemutaran film tersebut akan di langsungkan di Gor Zainal Abidin, terpaksa di alihkan ke balai Tiyuh/desa Kagungan Ratu, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tulangbawang Barat(Tubaba), karna tidak mendapat izin dari pihak Dispora Kabupaten Tubaba.
Dandim 0412/LU yang disampaikan Danramil 412-05/TBU Kapten Inf Gus Amirul Amin mengungkap, dengan digelarnya kembali pemutaran film garapan Arifin C Noer ini, Dandim berharap bisa mengedukasi kembali masyarakat khususnya anak muda, mengenai bahayanya paham komunis di Indonesia.
“Outputnya masyarakat tau kalau komunis itu berbahaya. Tidak boleh hidup di indonesia, dan era saat ini berita-berita bohong (hoaks) berkembang liar. Dikhawatirkan isu-isu yang melenceng tersebut diyakini masyarakat sebagai sesuatu hal yang benar-benar terjadi,” kata Danramil, Sabtu malam (23/9/2017).
Pentingnya generasi muda untuk mengetahui sejarah Indonesia di masa lalu, Kata dia  Salah satunya sejarah penghianatan Partai Komunis Indonesia yang dikemas dalam film tersebut.
“Tujuannya bukan untuk mendiskreditkan siapa yang salah, tapi memberi gambaran jangan sampai peristiwa yang pahit dan hitam itu terjadi lagi,” ungkapnya.
Dalam film berdurasi 1 jam 15 menit itu memberikan gambaran, G30S menjadi titik awal perubahan Orde Lama menuju Orde Baru. Namun transisi itu dilalui dengan rentetan peristiwa kelam. Setelah upaya kudeta yang gagal, opini masyarakat yang mengemuka saat itu, PKI sebagai biang keladi pemberontakan.
Pengkhiatan G30S/PKI’ karya Arifin C. Noer. Pada dini hari 1 Oktober 1965 terjadi penculikan dan pembunuhan terhadap enam jenderal senior Angkatan Darat oleh pasukan berseragam Cakrabirawa yang loyal terhadap PKI.
Enam jenderal yang gugur adalah Letjen TNI Ahmad Yani, Mayjen TNI R. Suprapto, Mayjen TNI M.T. Haryono, Mayjen TNI S. Parman, Brigjen TNI D.I. Panjaitan, dan Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo. Sedangkan Jenderal TNI A.H. Nasution yang merupakan sasaran utama PKI, berhasil lolos dari maut. Namun ajudannya, Lettu CZI Pierre Tendean tewas. Dalam versi ini G30S dipimpin oleh Letkol Untung Sutopo.
Menurut pria 32 tahun itu, film G30 S PKI yang diputar kali ini beda sekali dengan yang dia tonton ketika masih sekolah. Dulu ketika menonton film itu dirinya sangat ketakutan.
“Seram kan filmnya? Dulu kan ada yang disilet dan berdarah-darah. Tapi sekarang kok pendek filmnya? tanyanya. Film ini aslinya berdurasi 3 jam 37 menit, tapi telah dipangkas hanya sampai 1 jam,”ujarnya. (rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here