BERBAGI
EkstraNews.com – PANARAGAN – Sengketa kepilikan tanah warga Kabupaten Tulang Bawang Barat, antara pihak tergugat A’if dan ahli waris selaku penggugat atas nama Abdul Majid melakukan sidang lapangan yang berlokasi di Kelurahan Panaragan Jaya, disaksikan oleh pihak Badan Pertanahan Negara (BPN) dan Muhammad Juanda Parisi selaku pihak majelis pengadilan Tulang Bawang, Rabu (27/9) kemarin.
Dihadapan kuasa hukum masing-masing, kedua belah pihak menunjukan objeq yang sama dalam dua opsi yang berbeda, terkait perbatasan dan bukti tanah sengketa tersebut.
Ironis dalam sidang lapangan itu, pihak penggugat mengklaim bahwa tanah seluas 20.000 meter persegi adalah tanah warisan keluarga dari Abdul Majid.
Sementara ditempat yang sama, pihak tergugat atas nama A’if di dampingi kuasa hukumnya Mengatakan, luas tanah yang tercantum disertifikat tanah tersebut seluas 23.000 meter persegi, namun terbagi dua pemilik yakni 18.000 meter persegi milik A’if dan sisanya 5000 meter persegi milik Tukiran.
Meski sempat terjadi cekcok (perbedaan) dalam batas luas lahan tersebut, kedua belah pihak sepakat menunggu keputusan sidang kedua yang rencananya akan digelar pada Rabu, 11/10 mendatang oleh pihak Pengadilan Negeri (PN) untuk kebenaran ukuran tanah yang sedang dalam sengketa tersebut.
“Apapun yang terjadi dilapangan keputusan akhirnya kita serahkan pada pihak BPN dan Pengadilan,” terang Nurul dan Rozali, SH., selaku kuasa hukum kedua belah pihak pasca sidang pengukuran tanah tersebut dihadapan awal media. (rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here