BERBAGI
EkstraNews.com – Pringsewu – Anggota Satuan Reskrim Polsek Pringsewu menembak mati Junaidi alias Juned (38), yang merupakan DPO dan residivic pelaku pencurian pemberatan (curat) di sejumlah TKP.
Juned yang selama ini diduga mempunyai sindikat jaringan Lampung Tengah dan Pesawaran ditembak petugas karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap disalah satu rumah warga tempat persembunyiannya di Kelurahan Pringsewu Selatan.
 “Pelaku melawan dengan cara menyerang salah satu anggota menggunakan sebilah badik, bahkan tembakan peringatan sebanyak dua kali tidak dihiraukan, hingga terpaksa petugas melakukan tembakan terukur,” terang Kapolsek Pringsewu Kompol Andik Purnomo Sigit, Minggu (29/10).
Menurut catatan petugas, selama ini Juned memilik alamat tempat tinggal di dua tempat yang berbeda, salah satunya beralamat di Jalan Jati Bunder Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang Kota Jakarta Pusat, kemudian Jalan KH Dewantara, Kelurahan Pringsewu Selatan, Kecamatan Pringsewu. Sedangkan beberapa aksi kejahatan pelaku berdasarkan laporan yang masuk ada di 12 TKP.
“Laporan terakhir yang masuk tanggal 28 Juni 2017 atas nama korban ZA (45), warga Pringsewu Timur dengan TKP di Bengkel Motor miliknya, kemudian Laporan korban FBP (38) warga Pringsewu Timur, dan tanggal 25 Juli pelaku ditetapkan sebagai DPO,” kata Kapolsek.
Dikatakan Kapolsek, selama ini Juned kerap pindah tempat dan sangat licin dari sergapan petugas. Selain itu pelaku juga sudah pernah ditembak polisi dibagian kaki atas kasus yang sama.
“Sebelum tertangkap petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa yang bersangkutan berada di wilayah Pringsewu Selatan sejak tiga hari terakhir, dan setelah dicek ternyata benar,” ujarnya.
Dijelaskan Andik, ada sekitar 30 jenis barang bukti yang diamankan petugas beberapa diantaranya, satu pucuk senjata api rakitan dengan 5 butir peluruh tajam kaliber 5,56 MM kurbuk peluru senjata tajam rogermini, satu buah golok cibaduk, dua bilah pisau jenis badik, seperangkat kunci L, tiga buah bungkusan kain putih berukuran kecil garing jimat.
“Berhubung pelaku telah meninggal dunia maka secara otomatis kasusnya di SP3 kan,” tutup Kapolsek.(Sol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here