BERBAGI

EkstraNews.com – BLAMBANGAN UMPU – Bupati Way Kanan Raden Adipati kembali menegaskan agar setiap angkutan batubara yang melintas di daerahnya mengikuti aturan yang berlaku.

Adipati mengatakan, setiap kendaraan batubara yang melintas tidak boleh melebihi muatan 25 ton. Selain itu jam operasional juga harus bergerak di malam hari, yakni mulai pukul 18.00 hingga pukul 06.00 pagi agar tidak mengganggu aktifitas masyarakat.

“Kita sampaikan nggak boleh jalan dulu sampai ada izin. Walau pun nanti sudah ada izin harus pakai aturan dong. Di Way Kanan jembatannya paling mentok 20-25 ton, tetapi tiap hari dilalui kendaraan di atas 40 ton, lama-lama jembatan itu kan rusak,” ujar Adipati kepada awak media.

Selain tidak ada pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD), kendaraan over kapasitas juga merusak jalan-jalan di wilayah setempat. Tak hanya itu, angkutan batubara juga menimbulkan kemacetan. Ia menyebut, saat ini jarak tempuh Bandar Lampung-Way Kanan bisa lebih dari 5 jam. Padahal jika tidak ada angkutan batubara, bisa ditempuh 3,5 hingga 4 jam.

“Otomatis biaya transportasi masyarakat semakin mahal. Jarak nggak berubah tetapi waktunya semakin lama,” jelas dia.

“Saya pertanyakan juga ini income-nya untuk daerah apa? Way Kanan hanya dapat debu, macet dan jalan rusak. Nggak ada 1 rupiah pun masuk ke PAD. Kalau di perimbangan dan pertambangan dari pusat saya nggak tahu, tetapi yang langsung ke APBD nggak ada, CSR juga nggak,” beber bupati.

Untuk itu, pihaknya akan kembali menggelar hearing dengan DPRD setempat dan polres untuk membahas kelanjutan angkutan batubara. Sebab ia mendapat kabar bahwa izin angkutan ini sudah keluar.

“Saya dengar sudah keluar, sebentar lagi kita hearingkan. Kalau soal pelarangan melintas bukan kapasitas pemda karena itu jalan nasional, kita bentuknya imbauan saja,” kata dia.

Adipati juga mengaku heran dengan perbedaan kendaraan yang digunakan di Sumatera Selatan (OKU Timur). Sebab disana pengusaha batubara menggunakan mobil kecil, tetapi tiba di Lampung jadi kendaraan besar.

“Saya sampaikan ke mereka (pengusaha), keluarkan rasa keadilan kalian. Kalian dapat untung banyak, kami dapat apa? Kita bukan menghambat orang berusaha, tapi harus pahami juga, di belakang kita masyarakat banyak,” pungkasnya. (Wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here