BERBAGI
EkstraNews.com – PRINGSEWU – Warga Pekon Margakaya, Kecamatan Pringsewu melaporkan Kepala Pekon setempat Abidin atas dugaan pelanggaran sejumlah kinerja baik itu dalam proses pembangunan fisik maupun pelanggaran administrasi.
Tidak tanggung tanggung mereka melaporkan kepala pekon Margakaya Abidin ke tiga instansi sekaligus yakni Tipikor Polres Tanggamus, Kejaksaan Negeri Cabang Pringsewu dan Inspektorat Pringsewu.
“Kami sudah melaporkan persoalan ini sejak satu bulan lalu, sekarang kami mempertanyakan ke pihak Inspektorat sudah sejauh mana di proses,” ujar Rudi salah satu warga Pekon Margakaya di Kantor Inspektorat Jumat (27/10) Siang.
Menurut Rudi, adapun beberapa dugaan pelanggaran yang telah dilaporkan diantaranya, tunjangan Kadus, Kaur untuk tahun 2016 tidak diberikan, Insentif BHP 2016 hanya diberikan Rp 100 ribu per anggota per tahun seharusnya per bulan Rp 100 ribu.
Kemudian pembangunan Fisik tidak sesuai RAB dan tidak menggunakan standarisasi misalnya pembangunan onderlagh, gorong gorong dan talud. Dana Pemberdayaan tidak direalisasi seperti dana karang taruna, dana seni budaya dan dana kerukunan umat beragama. Selain itu juga Seragam Kaur dan Kadus tidak diberikan pada hal sudah dianggarkan dan tanda tangan palsu demi perencanaan dan pelaksanaan dan pembangunan serta laporan LPJ.
“BHP dan Panitia Pembangunan tidak difungsikan. Bendahara Desa hanya buat alat mengambil uang selanjutnya uang di pegang sendiri oleh kepala pekon. Pengelolaan Pembangunan dilakukan oleh keluarganya sendiri termasuk Sekretaris Desa dijabat menantunya. Kemudian Kaur Pembngunan atas nama Andika Azis tidak pernah bekerja karena yang bersangkutan berada di Jakarta, begitu juga dengan Kaur Umum Khasairin dan Kaur Kesra Alpian tidak pernah bekerja tapi namanya ada dan gajinya tetap dianggarkan,” paparnya.
Anwar warga lain menyatakan akan terus mengawal dugaan pelanggaran diatas agar di proses sampai tuntas. “Kami siap turun melakukan aksi damai tapi kami percaya kepada pihak terkait khususnya Tipikor Polres Tanggamus dan Cabjari Pringsewu akan mengusut kasus ini sampai tuntas,” ujarnya.
Menanggapi itu, Irban Wil I Pada Inspektorat Pringsewu Farida mewakili Kepala Inspektorat Endang Budiati menyatakan bila pihaknya sedang bekerja dan dipastikan akan ada hasilnya. Namun menurutnya eksekusi ada ditangan pimpinan.  “Sudah kami panggil saksi saksi baik dari pihak pelapor dan pihak terlapor, kami juga sudah cek fisik jadi saat ini proses menyusun draf laporan untuk kami sampaikan kepada pimpinan,” kata Farida.
Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Pringsewu Rolando Ritonga saat dikomafirmasi membenarkan pihaknya sudah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya dugaaan korupsi yang dilakukan Kepala Pekon Margakaya. “Saat ini sedang kita dalami dalam tahap penyelidikan dan insya Allah tidak dalam waktu terlalu lama lagi, kalau indikasinya kuat kita akan segera tingkatkan ke penyidikan,” kata Rolando.
Terpisah kepala Pekon Margakaya Abidin saat dikonfirmasi membantah bahwa DD tahun 2016 sudah dkerjakan sesuai peraturan yang berlaku.
“Nggak benar yang dilaporkan orang – orang itu sengaja mau menjatuhkan saya. karena kepentingan politik mau pemilihan kepala pekon (Pilkakon) 2018. kalau bangunan fisik ada semua bisa dicek kok. bahkan tunjangan sudah disalurkan semua,” singkatnya.(Sol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here