BERBAGI

EkstraNews.com – Bandarlampung – Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo ikut terlibat secara langsung dalam menjadikan Hari Kopi Internasional (International Coffee Day) 2017 sebagai ajang promo kopi fine robusta, kopi spesialti khas Lampung.

Fine robusta menjadi produk kopi unggulan Lampung, karena lebih disukai oleh para penikmat kopi di berbagai kafe.

“Fine robusta dihasilkan dari budidaya kopi petik merah yang harganya dua kali lipat dari kopi asalan. Kopi ini lebih disukai pemilik kafe dan menjadi pavorit peminum kopi. Ini sejalan dengan misi Pemprov Lampung meningkatkan nilai tambah dan penghasilan petani kopi,” kata Gubernur Ridho, di Bandarlampung, Kamis (28/9/2017).

Promosi fine robusta, kata Gubernur, sejalan dengan tema Hari Kopi Internasional yang dipusatkan di Lampung, yakni ‘Kopi untuk kesejahteraan rakyat’. Kopi ini lebih bagus dari grade satu dan dihasilkan para petani di sentra kopi Sumber Jaya, Way Tenong, dan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat. Selain itu, dari Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus.

“Semua kopi yang tampil di Hari Kopi Internasional merupakan produk terbaik. Seluruh peserta komit menampilkan produk kopi unggulannya. Saya mengajak masyarakat hadir menikmati fine robusta ini,” kata Gubernur Ridho.

Peringatan Hari Kopi Internasional, kata Ridho, merupakan rangkaian promosi kopi sebagai komoditas unggulan perkebunan Lampung. Sebelum even ini, Pemprov Lampung menggelar tiga festival kopi, yakni Lampung Coffee Festival (Lacofest) dengan target meningkatkan branding kopi Lampung pada 7-8 Desember 2016. Kemudian, Coffee Bussiness Meeting 2-3 Agustus 2017.

Momen ini, menurut Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Lampung, Dessy Desmaniar Romas, juga dijadikan ajang berbagai ilmu sesama petani kopi, terutama dalam meningkatkan produksi fine robusta.

Salah satunya dalam bentuk kunjungan lapangan yang dikemas dalam acara Tour The Coffee Knowledge ke kebun kopi PT Nestle, Kabupaten Tanggamus, pada Sabtu (30/9/2017). “Pada acara ini ada praktik budidaya kopi robusta dari Puslitkoka Jember dan pemberian bantuan untuk petani kopi berupa alat pascapanen dan bibit kopi,” kata Dessy.

Provinsi Lampung memiliki 160.876 hektare (Ha) lahan kopi dengan produksi 110.122 ton per tahun. Produktivitasnya mencapai 790 kg/ha.

Pada Peringatan Hari Kopi Internasional ini, juga digelar talkshow dengan menghadirkan empat pembicara, yaitu dari Bank Indonesia, eksportir kopi PT Armjaro/Indocafco, MIG Kopi Bajawa, dan perwakilan petani kopi, di Hotel Novotel, Minggu (1/10/2017) pukul 09.00-12.00. (RLs/Humas Prov/ANT/BPJ/MTh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here