BERBAGI

EkstraNews.com – KOTAAGUNG – Satuan Reserse Kriminal Polres Tanggamus hingga Senin (30/10), masih terus menyelidiki pembunuhan terhadap nenek usia 70 tahun di Pekon Kacapura, Kecamatan Semaka, pada Jumat (27/10).

Usai tersiar kabar pembunuhan Laminem, media sosial Facebook juga dihebohkan dengan beredarnya foto korban yang telanjang bagian atas tubuhnya dan bersimbah darah. Terlihat juga dua luka bekas tusukan di dada kiri dan dada tengah korban. Foto korban yang tanpa pakaian, memunculkan dugaan pembunuhan itu juga disinyalir disertai pelecehan seksual.

Kasatreskrim Polres Tanggamus AKP Hendra Saputra saat dikonfirmasi ihwal dugaan adanya pelecehan seksual pada nenek Laminem, membantah hal terbut. Karena dqri hasil identifikasi pada jasad korban di Rumah Sakit Umum Daerah Islamic Kotaagung Jumat malam, tidak ada tanda-tanda bekas pelecehan seksual.

Nggak ada (tanda-tanda pelecehan seksual) itu. Kami masih terus menyelidiki kasus ini. Sudah ada beberapa saksi yang kami mintai keterangan untuk mendapatkan petunjuk siapa pelakunya,” ujar Hendra Saputra, mendampingi Kapolres Tanggamus Ajun Komisaris Besar Polisi Alfis Suhaili.

Sementara terkait identitas pelaku dan motif yang melatarbelakangi pembunuhan Lamiem, kasatreskrim juga belum bisa banyak berkomentar. Karena dia mengaku, jajarannya dibantu polsek, masih menyelidiki siapa dalang dan motif di balik pembunuhan yang mengegerkan Kecamatan Semaka itu. “Belum ada gambaran (pelakunya). Kami masih terus bekerja untuk mengungkap pembunuhan ini,” tutur mantan Kapolsek Talangpadang itu.

Untuk diketahui sebelumnya, Jumat malam, warga Pekon Kacapura, Kecamatan Semaka, digemparkan dengan tewasnya Lamiem (70). Dari bekas dua luka tusukan benda tajam pada tubuh korban, polisi menduga nenek renta itu meregang nyawa akibat dua kali ditikam. Entah setan apa yang merasuki pelaku, sampai ia tega menghabisi nyawa korban yang usianya sudah senja.

Kepala Pekon Kacapura, Solekhan mengaku, kabar pembunuhan Lamiem itu kontan menghebohkan warga. Hingga Jumat malam, Solekhan terus mendampingi petugas yang melakukan pemeriksaan di lokasi yang diduga menjadi tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan.

Sebelum dimakamkan Sabtu (28/10) pagi, pada Jumat malam jasad korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Islamic untuk diidentifikasi, guna kepentingan penyidikan kepolisian. Sekitar pukul 19.00 WIB, jasad korban tiba di RSUD. (nda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here