BERBAGI

EkstraNews.com – BANDARLAMPUNG – Konstalasi pemilihan gubernur (Pilgub) 2018 memang sudah jadi buah bibir masyarakat Lampung, tentang siapa-siapa calon yang akan dipilih nantinya.

Nah, jika melihat pada pilgub 2014 lalu, Partai Demokrat (PD) bersama PKS serta partai nonparleman mendukung dan memenangkan M Ridho Ficardo-Bachtiar Basrie. Namun, anehnya pada pilgub Lampung yang akan diselenggarakan pada 2018 PKS berbalik arah dan mengusung Mustafa sebagai cagub.
Dan kondisi saat ini pun sang incumbert pun belum ada kepastian perahu partai yang akan mengusungnya.

Menurut, Koordinator wilayah Sumatra Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Gufron Aziz Fuadi, jika pilihan partainya kepada Mustafa bukan karena moral atau pun lainnya, namun karena konstalasi politik yang dinamis dan juga berdasarkan keputusan DPP setelah melalui survey internal.

“Ya gak ada masalah apa-apa atau karena sesuatu, dukungan kita ke Mustafa itu, kesepakatan partai dan telah dipituskan DPP PKS jadi sudah final. Dukungan ke Mustafa bukan karena sesuatu hal apapun, itu murni keputusan partai,” kata Gufron.

Anggota DPR RI ini menegaskan, pihaknya hengkang dukungan dari Ridho ke Mustafa tidak karena sesuatu hal apa pun. Kajian dan hasil survey itu yang membuat keputusan keluar rekomendasi kepada Mustafa.
“Tapi yang jelas kita PKS tetap mendukung program gubernur Lampung M Ridho Ficardo, sampai 2019 kita komitmen mendukungnya,” ungkapnya.

Diketahui, pada pilgub 2014 pasangan calon M Ridho Ficardo-Bachtiar Basrie didukung oleh Partai Demokrat, PKS, PBB, PKPB, PDK, PKNU, dan 10 parpol non parlemen.

Namun posisi saat ini incumbent M Ridho Ficardo belum mendapatkan rekomendasi dari partai manapun. Bahkan ada informasi jika Ketua Demokrat Lampung itu, akan menempuh jalur independen jika tidak memperoleh dukungan partai saat ini pun tim tengah mempersiapkan dukungan KTP penduduk Lampung.

Namun, isu tersebut juga dibantah tegas oleh Sekretaris Partai Demokrat Lampung Fajrun Najah Ahmad. “Ah. Isu nggak bener itu. Masak ketua partai ke independen. Yang jelas rekom demokrat di tangan, pak Ketua sudah menghadap ketua umum pak SBY, InsaAllah semua clear, kalau PD bisa abang pastikan ke Mas Ridho. Tinggal hitam diatas putih saja,” jelasnya.

Disinggung bagaimana dengan lobi-lobi ke PDI Perjuangan? “Ya nggak bisa abang buka semua dong, ini kan bagian dari strategi, Insyaallah kita jangan mendahului, semua masih berproses. Mudah-mudahan semua lancar,” tandasnya.

Lalu bagaimana dengan surat DPP yang menyebutkan supaya penjaringan calon gubernur, bupati/ walikota, secara terbuka bukan tertutup? “Memang ada surat dpp untuk buka penjaringan, tapi polanya diserahkan ke masing-masing daerah, bisa dilakukan secara tertutup, bisa juga terbuka. Jadi, nggak nyalahin juga kalau kita untuk pilgub tidak melakukan penjaringan terbuka. Apalagi 15 DPC PD se-Lampung sudah menyatakan dukungan buat Ketua DPD M Ridho Ficardo,  dan logika saja, kalau seluruh jajaran struktur partai sudah solid mendukung Mas Ridho maju lagi, apalagi beliau incumbent, dengan jabatan Ketua DPD, ya nggak bakal rekom jatuh ke orang lain diluar partai,” paparnya.

Dan sampai saat ini, imbuh Fajar, Demokrat solid. Pernyataan dukungan DPC-DPC itu melalui rapat dengan Ranting dan DPAC, selain itu rapat pengurus DPC, juga minta masukan dari berbagai elemen masyarakaat di daerah masing-masing. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here