BERBAGI

Lampung Tengah, EkstraNews.com – Kehadiran Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Lampung bertujuan agar menciptakan kesejukan dan kedamaian di masyarakat.

Dimana musim Pilkada serentak yang sebentar lagi akan dimulai tahapannya, mulai terasa hangat dalam pemberitaan antar calon kepala daerah.

Hal itu menjadi topik pembahasan saat IWO Provinsi Lampung, audiensi dengan Bupati Lampung Tengah, Mustafa di Nuwo Balak, Kamis (19/10)

“Hadirnya IWO di Lampung, semoga dapat menjadi rujukan para pembaca, dan menjadi referensi informasi pemberitaan di bumi ruwa jurai. Sehingga hadirnya IWO membuat sejuk suasana provinsi lampung, karena musim Pilkada sudah mulai dekat. Selain itu IWO ingin menciptakan kedamaian sehingga netralitas sebagai insan pers dapat terjaga,” kata Ketua IWO Provinsi Lampung, Wawan Sumarwan.

Begitu juga kehadiran IWO bagi pemerintah daerah, dapat bekerjasama dengan mendukung program pemerintah, baik daerah kabupaten dan provinsi.

“Terima kasih Pak Bupati, sudah menerima IWO dengan tangan terbuka, dan mendukung adanya IWO Lampung,” kata Wawan.

Sementara, Bupati Lampung Tengah Mustafa, mengharapkan IWO dapat menjaga netralitas dalam Pilgub Lampung mendatang.

“Makanya saya sangat hati-hati sekali dalam sosialisasi, karena kita tidak punya dana besar, seperti yang lainnya. Kita hanya anak singkong yang ingin menjadi Gubernur,” kata Mustafa dihadapan pengurus IWO.

Berbicara lampung ini, kata Calon gubernur Lampung itu, berbicara integritas, berbicara harga diri.

“Jadi dosa juga kalau Mustafa tidak maju, kalau yang berfikir logis. Kuncinya kalau Mustafa Gubernur aman semuanya,” kata Mustafa.

Disetiap diskusi, Mustafa tidak hadir, diakui dia karena dia tidak ingin terlalu menampakkan diri, dan menjaga kedamaian, karena takutnya visi misi yang disampaikan nantinya, saling mencari kesalahan.

“Kalau mau tempur itu nanti, ada saatnya,” pungkasnya.

Keberadaan IWO di Lampung, Mustafa sangat mendukung, bahkan Mustafa ingin IWO berbeda dengan yang lainnya.

“Prinsip saya dukung IWO di Lampung, apalagi di Lampung Tengah. Seperti program -program dinas, bagus juga itu untuk publikasikan, ” canda dia.

Selama ini, kata Mustafa, program- program yang sudah berjalan adalah menciptakan Kampung entrepreneur creative (KECe).

“Jaga stabilitas harga Nanas, jadi dengan menjaga stabilitas harga komoditas dari petani kita sudah membela petani. Ini cara saya berbuat untuk masyarakat,” kata dia.

Begitu juga Lampung kedepan, kata dia jika Ronda terus digalakkan, maka tidak akan ada lagi Begal.

“Kemarin saja, mahasiswa kepolisian belajar ke Lampung Tengah. Bahkan mereka mendorong ronda dijadikan perda, untuk menjaga stabilitas keamanan lampung,” tegasnya.

Hadir dalam audiensi dengan Bupati Mustafa Ketua Wawan Sumarwan dan Sekretaris IWO Provinsi Lampung, Zulhaidir bersama dengan Bendahara Nila Karnila, Kabid dan Sekretaris bidang, Yuverdy, Putra Ramadhan, Edwin, Taufik Rohman, Hamzah, Lina, Irul dan Sior Aka Prayudi.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here