BERBAGI
EkstraNews.com – PRINGSEWU – Permasalahan penanganan sampah dikabupaten Pringsewu bukan hanya menjadi tanggung jawab dari pemerintah kabupaten (Pemkab) melainkan utamanya butuh partisipasi bersama masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarang di pinggiran sungai.
“‎Kita sudah sering melakukan sosialisasi kepada kepala pekon maupun lurah sampai ibu-ibu darma wanita di Pringsewu agar masyarakat bisa menjaga kebersihan lingkungannya tidak membuang sampah sembarang. Karena, masalah penangan sampah bukan sepenuh menjadi tanggung jawab pemkab melainkan utama butuh peran kesadaran bersama masyarakatnya,”ungkap Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Pringsewu, Ediyanto mewakili kepala DLH Pringsewu, Emil diruang kerjanya, Kamis (19/10) kemarin. ‎
Menurut dia, pihaknya sudah membentuk tim Program kali bersih (Prokasih) berjumlah 6 orang personil untuk membersihkan saluran irigrasi sungai yang sering mampet di pusat kota kabupaten Pringsewu. ‎
“Seperti disaluran irigrasi tugu pemuda dan pleret itu sudah sering kali kita bersihkan. ‎Memang untuk personil kita baru 6 orang ini belum memadai mengover satu kabupaten keliling membersihkannya. Jadi,melihat situasional mana saluran mampet  saat itu lansung petugas kita yang membersihkannya,”ucap Edi.
Selain itu juga lanjut dia, bahwa upaya untuk mengatasi permasalah sampah dikabupaten Pringsewu dengan membentuk 5 bank sampah‎ yang dikelola masyarakat lebih bermanfaat. Diantaran seperti di kelurahan Pringsewu Barat, Pringsewu Utara, Fajaresuk dan Kelurahan Pringsewu Timur dan pekon Adiluwih kecamatan Adiluwih.
“Jadi, masyarakat sendiri menyetorkan tabungan sampah di bank sampah.  Setelah ‎sudah terkumpul baru nanti bank sampah yang memilah untuk menjual dan membayar ke masyarakat  dari hasil tabungan sampahnya. Bahkan kedepan rencana kita juga minimal setiap satu kecamatan dibentuk satu bank sampah,”kata Edi.
Dijelaskan Ediyanto,  dibentuk Bank sampah mengingat di pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang ada di pekon Bumiayu kecamatan Pringsewu diperkiraan selama dua tahun kedepan sudah penuh pemkab Pringsewu harus mencari lokasi baru.
“Untuk kita mengantisipasi  dengan cara mengelola sampah jangan sampai penuh masuk semua di TPA. Tapi, meminimalisir mengolah sampah yang organik bermanfaat menjadi kompos dan non organik bisa didaur ulang,”ucapnya.
Ditambahkan Ediyanto,  bahwa Rancangan Peraturan Daerah ‎(Raperda) tentang retribusi kebersihan sampah juga masih dalam pembahasan di DPRD kabupaten Pringsewu yang rencananya akan disahkan di tahun 2017.
‎”Retribusi kebersihan sampah‎nya lagi dibahas di DPRD besaranya berapa tarif nilai bagi pengusaha akan dikenakan dari hasil sampahnya. ‎Bahkan rencana tahun ini perda akan disahkan,”ujarnya.
Dikatakan Ediyanto, DLH kabupaten Pringsewu rencana kedepan mendorong untuk setiap sekolah mendirikan bank sampah supaya anak-anak didik bisa mengelola sampah lebih bermanfaat.
“‎Kita dari pemkab selalu memberikan suprot dan dukungan kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersih. Selain itu juga sekaligus dalam rangka persiapan pemkab mengikuti program Adi Pura tahun 2018 minimal kita  bisa mendapatkan penghargaan sudah mulai dilakukan dari sekarang evaluasi dan pembenahannya,”tandasnya. (Sol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here