BERBAGI

EkstraNews.com – Lampung Tengah – Keberhasilan Pemkab Lampung Tengah dalam menekan konflik sosial di kalangan masyarakat menarik perhatian Tim Rojianstra SOPS Mabes Polri untuk mengkaji program keamanan yang telah yang dijalankan di Lampung Tengah. 

Tim Rojianstra SOPS mengunjungi Bupati Lampung Tengah Dr. Ir. Mustafa di rumah dinas Nuwo Balak, Jumat, 20/10/2017. Mereka menanyakan upaya-upaya yang telah dilakukan Pemkab Lampung Tengah dalam menangani masalah sosial yang berdampak pada kejahatan dan konflik sosial.

Sebagaimana diketahui adalah salah satu kabupaten yang pernah terjadi beberapa konflik, namun dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini, tidak ada lagi konflik yang terjadi di Lamteng. Hal itu karena Pemerintah daerah Lamteng memiliki sistem dalam penanganannya. 

Perwakilan tim AKBP Barli menanyakan kepada Bupati Mustafa, bagaimana kesigapan pemda Lamteng dalam menangani konflik yang terjadi, dan upaya pencegahannya. Sebab, diketahui Lamteng sudah beberapa kali terjadi konflik. 

Selain itu juga, sejauh mana hubungan antara kebijakan-kebijakan pemkab lamteng yang dapat disinergikan dengan masalah keamanan. “Jika segala fungsi keamanan dapat berjalan dengan baik,  maka segala urusan pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya. 

Bupati Lamteng,  Dr. Ir. Hi. Mustafa mengatakan bahwa saat dirinya menjabat sebagai wakil bupati ada 8 kali terjadi konflik yang terjadi di Lamteng. Penyebabnya sengketa lahan, tindak kriminal curas, curat, curanmor, dan  permasalahan lainnya.

Kondisi personel kepolisian di Lamteng sangat terbatas dibanding jumlah penduduk dan luas wilayah. Untuk itu pihaknya harus menjaga lamteng dari sisi prefentifnya.

Agar permasalahan konflik tidak lagi terjadi di Lamteng, Bupati Mustafa membentuk sistem yang dimulai dari kampung dan melibatkan masyarakat langsung yakni sistem keamanan kampung.

“Untuk menjaga keamanan kami gulirkan kegiatan ronda. Dimana kegiatan ini dapat mencegah terjadinya tindak kriminal yang dapat menimbulkan konflik,”pungkasnya.

Mustafa menjelaskan, menjaga keamanan adalah tanggungjawab bersama. Untuk itu,  bersama seluruh masyarakat Lamteng dirinya aktif mengikuti ronda. “Alhamdullilah atas dasar menggerakkan ronda ini tidak ada lagi konflik dan tindak pidana kriminal berkurang, “ungkapnya.

Selain ronda, lanjut Mustafa, upaya yang lain selain ronda adalah menciptakan Lamteng terang, yakni dengan memberikan penerangan di seluruh kampung sehingga tidak ada lagi kampung yang gelap di Lamteng dan juga membangun minimal 2 KM jalan kampung. Sehingga masyarakat bisa membawa hasil bumi mereka untuk di jual kekota. 

“Kami tidak hanya membangun infrasrukturnya saja,  tapi juga membangun strukturnya. Kami berdayakan para pamong dan linmasnya. Mereka juga diberi tambahan insentif, begitu juga untuk babinsa dan babinkamtibmasnya,” ujarnya.

Kemudian, untuk mencegak terjerumusnya pemuda kedalam tindakan kriminal dan narkoba,  pihaknya membuat program KECe dan memberikan pembinaan kepada para pemuda di kampung,  agar mereka memiliki kegiatan dan kreatifitas sehingga dapat menekan pengangguran. 

“Melalui program ini maka akan tercipta masyarakat yang mandiri yang bisa menciptakan lapangan kerja sendiri sehingga bisa mengurangi pengangguran. Penyebab utama tindak kriminal adalah karena mereka tidak punya pekerjaan dan penghasilan. Untuk itu kini pengangguran di Lamteng mulai berkurang,” bebernya. 

Untuk daerah-daerah yang rawan konflik di Lamteng, mustafa juga membangun submako brimob di Kecamatan Padabgratu. Agar keamanan dapat terjaga. (zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here