BERBAGI
EkstraNews.com – Pringsewu – Dampak Postingan anggota DPRD Pringsewu M. Triaksono di akun face booknya yang berbunyi kurang lebih “Jadilah Kepala Pekon bukan Kepala Pekok, jangan keblinger dengan dana desa, kebanyakan makan gula bisa kena kencing manis”, menjadi bumerang dalam waktu sehari semalam, postingan dimunculkan, belasan pengurus Apdesi Kabupaten Pringsewu, ngeluruk ke kantor dewan, Selasa (7/11) sekitar pukul 13.00 wib.
Para pengurus Apdesi kabupaten dan kecamatan, menemui pimpinan DPRD yang di wakili Sagang Nainggolan dan di dampingi oleh Rahwoyo, Anton Subagyo, Nurul Ekhwan, H. Jamil dan Sekwan Heri Budiyanto.
Sedangkan Apdesi di hadiri oleh Ketua Apdesi Ridwan, Sekretaris Catur, Penasehat Apdesi Darwis Ekalaya dan beberapa anggota Apdesi diantaranya Suryono, Mahrom, Sariman, dan benerapa kakon lainnya.
Dalam proses pertemuan Darwis Ekalaya selaku penasehat Apdesi meminta pengunggah posting kalimat tidak santun harus meminta maaf dan menjelaskan makna kalimat/kosa kata yang di posting kepada kepala pekon. Darwis juga meminta ahli bahasa di hadirkan untuk menejelaskan kosa kata yang di posting, apakah kalimat itu menhenangkan atau tidak menyenangkan.
“Kalau tidak menyenangkan, berarti M. Triaksono telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan dan bisa di pidanakan”, ungkapnya.
Sementara Ketua Apdesi Kabupaten Pringsewu M. Ridwan, meminta dewan memfasilitasi antara Triaksono dengan Apdesi, karena dalam postingannya, terindikasi melakukan pelecehan terhadap bahasa dalam sebutan kepala pekon menjadi kepala pekok. Yang jadi mengherankan kenapa menyebutkan kepala pekon, apa salah kepala pekon.
Sedangkan pimpinan dewan Sagang Nainggolan mengucapkan terimakasih atas kedatangannya di DPRD. Sagang menjelaskan mekanisme pemanggilan anggota dewan harus melalui pimpinan memerintahkan Badan Kehormatan, kemudian Badan Kehormatan memanggil anggota dewan Triaksono.
“Secepatnya pimpinan dewan akan memerintahkan badan kehormatan untuk segera memproses anggota dewan, “paparnya.
Pantauan di lapangan pertemuan antara Apdesi dengan pimpinan dewan sempat memanas sebab beberapa kepala pekon memaksa akan mencari Triaksono pengunggah posting, bahkan Supriyono kepala pekon Karangsari Kecamatan Pagelaran mengajak ke rumah Triaksono. Namun gagal di lakukan karena pengurus Apdesi memerintahkan untuk membahas terlebih dahulu di tingkat dewan.
Dari pertemuan yang berlangsung sekitar sekitar 30 menit, Apdesi menyimpulkan meminta dewan segera menghadirkan M. Triaksono untuk di pertemukan dengan Apdesi, kedua meminta maaf kepada Apdesi atas unggahan postingan, ketiga akan melakukan proses hukum jika tidak memenuhi permintaan Apdesi dan terakhir mengusulkan M. Triaksono di PAW dari keanggotaan DPRD karena yang bersangkutan tidak etis dalam berkata-kata selaku anggota dewan.(Sol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here