BERBAGI

EkstraNews.com – Pringsewu – DPRD Pringsewu mengelar Rapat paripurna DPRD Kabupaten Pringsewu tentang Pengesahan Raperda RPJMD, Penyampaian raperda apbd tahun 2018  dan pemandangan umum fraksi fraksi DPRD.

Rapat paripurna dipimpin langsung ketua DPRD Pringsewu Hi Ilyasa didampingi wakil ketua Sagang Nainggolan dengan dihadiri Bupati Pringsewu Hi.Sujadi, Wakil Bupati Pringsewu Hi Fauzi dan para anggota DPRD Kabupaten Pringsewu serta jajaran skpd Kabupaten Pringsewu.
Suryo Cahyono SH Ketua Pansus RPJMD saat membacakan hasil pembahasan mengatakan menindaklanjuti surat Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) kabupaten Pringsewu Nomor170/24/KPTS/2017 tentang Pembentukan Panitia Khusus Pembahasan Panitia Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  Kabupaten Pringsewu tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pringsewu  Tahun 2017-2022.
“Adapun materi pembahasan adalah Rancangan Peraturan Peraturan Daerah tentang Raperda RPJMD Kabupaten Pringsewu 2017-2022 yang disampaikan Bupati Pringsewu pada tanggal 19 Oktober 2017,  Nomor :0505/206/B.01/2017.Rapat Pansus RPJMD dengan OPD Kabupaten Pringsewudan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepda Masyarakat (LPPM) universitas lampung   pada tanggal 29 sd 07 Oktober  2017, sebagai rincian kegiatan sebagaimana tercantum dalam kegiatan jadwal pansus (terlampir) serta merupakan bagian tak terpisahkan,”Katanya. (8/11).
Dikatakannya, Terkait data yang disajikan Pansus DPRD  meminta agar data yang disajikan sifatnya Kuantitatif, dan disertai sumber data dan data terakhir (mencantumkan tahun) dimana data-data tersebut mampu menjelaskan secara  umum dan secara spesifik sehinga data/grafik yang mudah dipahamai oleh semua OPD.
” Adapun koreksi sebagai berikut Gambaran Pengembangan kawasan wisata Terjadi penghapusan obyek wisata alam meliputi Cekdam Tegalsari dan Telaga Gupit tegalsari di Gadingrejo menjadi Telaga Gupit  tegalsari-Mataram Kec Gadingrejo karena lokasinya sama dan cekdam tegalsari tidak ada.
WISATA AIR TERJUN dipekon rantau tijang dan dipekon selapan harus dimasukan dalam rencana wisata alam di kabupaten pringsewu dalam RPJMD ini,” Jelasnya.
Lanjutnya, Data Penduduk Miskin harus disajikan perkecamatan sampai  dengan tingkat pekon. Cakupan penemuan dan penanggulangan penderita TBC BTA pansus meminta agar data yang disajikan perkecamatan sampai dengan pekon.
Cakupan penemuan dan Penanganan penyakit DBD pansus meminta agar data yang disajikan perkecamatan sampai dengan pekon.
“Proporsi panjang jaringan jalan dalam keadaan baik dirubah dengan Proporsi Panjang panjang jaringan jalan di kabupaten Pringsewu dan isinya harus mengambarkan secara umum jalan Negara,propinsi, dan kabupaten  sehinga kewenangan menjadi tampak jelas yang menjadi wewenang kabupaten. Serta disampaikan data jalan yang dilalui roda empat, panjang jalan yang emeliki drainase.Kondisi jaringan Irigasi dari hasil pembahasan pansus meminta gambaran secara umum  baik irigasi propinsi,irigasi kabupaten,serta disajikan data perkecamatan sampai ke pekon.data tersebut harus menjelaskan terkait irigasi yang sudah ditangani sampai dengan RPJMD tahap pertama tahun 2016,”Pungkasnya. (Liputan khusus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here