BERBAGI
EkstraNews.com – KOTAAGUNG – Hingga pertengahan November 2017 ini, Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrat belum juga menentukan bakal calon bupati (balonbup) dan balonwabup yang akan diusung dalam pilkada 2018 mendatang.
Liasion officer (LO) Partai Demokrat Tanggamus, Sunu Jatmiko mengatakan bahwa dalam waktu dekat dewan pimpinan daerah (DPD) Partai Demokrat Lampung bakal melakukan persentasi ke DPP menganai bakal calon yang sudah mengikuti tahapan penjaringan di DPC Partai Demokrat.
“Barusan saya dapat kabar bahwa hasil survey sudah keluar, selanjutnya, kawan kawan di DPD tinggal membawa nama-nama hasil survey ke DPP untuk dipersentasikan, ” ujar Sunu yang ditemui di DPRD Tanggamus, Selasa (14/11).
Setelah dibawa ke DPP untuk dipersentasikan, maka rekomendasi sudah bisa diketahui. “Minggu-minggu ini juga DPD ke Jakarta, mungkin dua minggu setelah persentasi baru rekom diketahui, ” kata Sunu.
Sunu juga mengatakan bahwa Partai Demokrat tetap membuka pintu koalisi dengan parpol lain. Hal ini lantaran Demokrat belum cukup untuk mengusung calon sendiri.” Tentu kita akan berkoalisi, cuma dengan partai mana saja, sampai saat ini belum diketahui,” kata dia.
Untuk diketahui ada beberapa tokoh yang mengikuti penjaringan DPC Demokrat yakni untuk balonbup Hi.Fauzan Syaie, Hi.Darussalam,Hi. Tedi  Kurniawan , Hi.Samsul Hadi, Hi.Nuzul Irsan.  Sementara untuk balonwabup yakni Taufiq Urrahman, Dedi Irawan, Dian Assafri Nasa’i, Julian Manaf dan  Akhmadi Sumaryanto.
Senada, DPD II Partai Golkar Tanggamus juga belum mengumumkan calon yang bakal mereka usung. Menurut  Sekretaris DPD II Partai Golkar Tanggamus, Aris Budianto semua tahapan sudah dilalui, sekarang hanya tinggal menunggu terbitnya surat rekomendasi dari DPP.
“Survey bakal calon sudah, harusnya keluar 13 November kemarin, tapi saya juga belum tahu, sebab itu kewenangan DPD I Provinsi Lampung.  Untuk rekomendasi mungkin setelah dilakukannya rapat kerja nasional (rakermas) 25-26 November di Makasar, Sulawesi Selatan, ” kata Aris.
Dalam mengusung calon lanjut Aris, Golkar tidak hanya terpaku dari hasil survey, tetapi lebih kepada program kerja dan visi-misi dalam membangun daerah.” Yang menjadi tradisi dari Golkar adalah tidak berpatokan dari hasil survei, sebab terkadang hasil survei tinggi belum tentu diusung, ” kata Wakil Ketua DPRD Tanggamus itu.
Kemudian saat disinggung arah dukungan calon, Aris tidak menutup kemungkinan jika Golkar mengusung petahana ataupun berkoalisi dengan PDIP Tanggamus.” Ya kalau memungkinkan bisa saja mengusung petahana ataupun adanya pembentukan koalisi yang jelas harus satu visi misi dengan Golkar, ” ujar Aris. (nda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here