BERBAGI
EkstraNews.com – PUGUNG – Lantaran kedapatan membongkar rumah dan mengasak sejumlah barang berharga dirumah seorang warga kecamatan Pugung, IB (18) seorang pelajar SMK terpaksa harus berurusan dengan polisi, pada Minggu (19/11).
Kapolsek Pugung Ipda Mirga Nurjuanda, saat dikonfirmasi mengatakqn, bahwa IB yang merupakan warga kecamatan Gisting ini pada Sabtu (18/11) lalu membobol rumah milik Indra Bangsawan (26) warga pekon Way Pring kecamatan Pugung kabupaten Tanggamus. Dari aksinya itu, IB berhasil mengasak cincin emqs seberat 2 gram, jam tangan dan uang tunai. “Tersangka ini mencoba menjual emas hasil curiannya itu. Mungkin karena saat menjual tak bisa menunjukkan surat kepemilikan emas, pemilik toko dan warga curiga kalau emas itu merupakan hasil curian, dari sinilah oleh warga, IB diserahkan ke Polisi untuk diproses hukum,” katanya, kemarin (20/11).
Untuk kronologis pencurian tersebut kata dia, tersangka IB dengan mengunakan sepeda motor mendatangi rumah korban seorang diri, karena melihat rumah tersebut tertutup, dia berhenti dan memastikan bahwa rumah tersebut kosong. Lalu membuka pintu belakang rumah dengan merusak kunci pintu dapur, setelah terbuka pelaku masuk dan mengambil barang di dalam rumah.
“Tersangka mengaku bahwa mencuri terpaksa dilakukannya untuk memenuhi keperluannya sehari-hari dan barang hasil pencurian dijualnya dengan harga sangat murah berkisar Rp 50 ribu hingga Rp100 ribu. Dan hebatnya, termyata IB sudah 6 kali mencuri, dimana 5 kali di Kecamatan Gisting dan 1 kali di Kabupaten Pringsewu,” ujar Kapolsek.
Sementara dalam perkara tersebut, IB tercatat dalam laporan polisi LP/B-382/XI/2017/Polda Lpg/Res Tgms/Sek Pugung tentang Pencurian. Saat ini berikut barang bukti di tahan di Polsek Pugung.
“Untuk perkara lainnya, kita masih koordinasi dengan Polsek Talangpadang dan Pringsewu di TKP yang diakuinya, sementara dalam perkara tersebut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya IB teracam pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberaratan, ancaman maksimal 7 tahun penjara dan UU nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak,” tegasnya.
Guna mengantisipasi tindak kejahatan rumah kosong, pada kesempatan tersebut Kapolsek berpesan kepada masyarakat agar lebih teliti mengunci rumah saat ditinggalkan maupun ditinggal tidur. (nda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here