BERBAGI

EkstraNews.com – Pesawaran – Kepedulian Pemerintah Kabupaten Pesawaran terhadap anak di Pulau, mendapat apresiasi Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPAI) Seto Mulyadi atau yang di kenal dengan sebutan Kak Seto.

Menurut Kak Seto, Praktik belajar mengajar yang dilakukan dirumah (Home Schooling) dan kegiatan pada sekolah alam di Kabupaten Pesawaran di anggap paling tepat.

” Kita apresiasi pemerintah Kabupaten Pesawaran yang sangat peduli dengan dunia pendidikan anak-anak di pulau ini sangat tepat dan sangat humanis”, Demikian dikatakan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi pada saat mengunjungi anak-anak yang berada di Pulau Tegal dan Pulau Legundi, Selasa (7/11).”

Ka seto juga berpesan agar anak2 pulau tegal jangan kecil hati walaupun bersekolah di pulau mereka tetap bisa berprofesi menjadi apapun.

Akan kita dorong Non Goverment Organisation (NGO) yang membidanginya untuk terlibat,” Perkembangan pendidikan pada anak-anak di pulau tersebut di indikasi mengalami trauma.

Banyak hal yang bisa menjadi faktor,salah satunya kesempatan sekolah yang tidak didapat karena tinggal didaerah terpencil. Untuk bersekolah membutuhkan jarak tempuh lumayan jauh dan harus menggunakan perahu agar bisa mencapai sekolah yang berada di daratan.

Untuk itu, Kak Seto berjanji akan membantu merekomendasikan metode trauma healling serta percepatan pada penanganan anak-anak tersebut.”Kita cek dan mengukur trauma yang dialami anak-anak di Pulau Tegal dan Pulau Legundi. Selain itu,sangat bagus juga telah adanya rumah baca di daerah tersebut. Tentunya,semua ini berkat kepedulian pemerintah dan pendidik dilingkungannya,” jelas dia.

Bantuan juga didapat Kabupaten Pesawaran dari Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Sosialnya yang akan merehabilitasi mental anak-anak di dua pulau tersebut. Hal ini dikatakan Bupati Dendi Ramadhona, “Dalam hal ini Pemkab Pesawaran memperoleh dukungan trauma healing dari Dinas Sosial Provinsi Lampung  untuk merehabilitasi mental anak-anak  Pulau Legundi selama 20 sampai dengan 25 hari kedepan. Juga ada assesmen dan terapi serta  pendampingan tenaga peksos dan psikiater, dokter atau tenaga medis, Polres pesawaran, BNN Dinas pemuda olah raga, dan Dinas PPPA provinsi dan Dinas PPPA Kabupaten Pesawaran untuk mengupayakan pemulihan mental anak.” kata dia.(rls/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here