BERBAGI
EkstraNews.com – KOTAAGUNG – Sebanyak 104 kendaraan roda dua dimana 10 diantaranya diduga motor hasil curian terjaring dalam razia operasi zebra krakatau yang dilaksanakan oleh satuan lalulintas (Satlantas) Polres Tanggamus diruas jalan lintas barat Ir Haji Juanda Kotaagung, pada Rabu (1/11).
Kasat Lantas Polres Tanggamus AKP Sofyan SH mengatakan, bahwa pelaksanaan Operasi Zebra di wilayah Tanggamus akan dilaksanakan  selama 14 hari mulai tanggal 01 hingga 14 November 2017 mendatang, dengan sasaran para pengendara yang tidak menaati rambu lalu lintas, kendaraan bermotor yang melawan arus, melintas di bahu jalan, menggunakan rotator atau lampu blitz atau strobo serta plat nomor tidak sesuai spektek  hingga penggunaan sabuk keamanan dan pengendara motor yang tidak menggunakan helm SNI. Akan dilakukan penegakan hukum terhadap sasaran prioritas tersebut.
“Razia pertama dipusatkan di Jalan Ir. Juanda dari jam 10.00 – 12.00 Wib. Dari total pelanggar yang ditilang 10 diantaranya mengunakan sepeda motor yang diduga kuat motor hasil kejahatan (Curanmor),” katanya.
Sebelumnya, dalam upacara gelar pasukan operasi zebra dihalaman Mapolres Tanggamus Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili bertindak sebagai inspektur upacara gelar pasukan operasi Zebra Krakatau 2017 Polres Tanggamus yang dilaksanakan di halaman Polres Tanggamus, mengatakan, bahwa Operasi Zebra Tahun 2017 dilaksanakan guna mengetahui sejauh mana kesiapan personil maupun sarana pendukung lainnya sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.
Dalam mengatasi permasalahan bidang lalu lintas, tidak bisa berdiam diri, melainkan wajib bertindak dan melakukan berbagai upaya untuk menciptakan situasi Kamseltibcarlantas, dengan memberdayakan seluruh stakeholder, agar dapat diambil langkah yang komprehensif dan menyelesaikan permasalahan lalu lintas dengan tuntas.
“oleh sebab itu, diperlukan koordinasi bersama antar instansi pemerintah yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara kamseltibcar lantas, sehingga tercipta keterpaduan langkah yang dapat menunjang pelaksanaan tugas.” lanjutnya.
Operasi ini kata dia, bertujuan meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya, meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri, dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalu lintas, terwujudnya situasi kamseltibcar lantas menjelang perayaan natal tahun 2017 dan tahun baru 1 januari 2018. (nda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here