BERBAGI
EkstraNews.com – Pringsewu – AC (36) warga jalan Veteran Rt 3 Lk 1 Kelurahan Pringsewu Barat Kecamatan Pringsewu ditangkap aparat gabungan karena kedapatan memiliki 2 ribu butir pil mercy.
Kapolsek Pringsewu Kompol Andik Purnomo Sigit, SH. S.Ik. MM mewakiki Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, S.Ik. M.Si mengungkapkan, AC ditangkap di parkiran sekitar karaoke king Pringsewu, Minggu (5/11)  dini hari pukul 00.20 Wib.
“saat pelaksanaan razia dan patroli sekala besar rayon Polsek C, yaitu  Polsek Pringsewu, Polsek Gadingrejo dan Polsek Sukoharjo serta dibackup tim walet Sat Sabhara Polres Tanggamus, perugas menggeledah AC karena gerak-geriknya mencurigakan, di badannya ditemukan 2000 butir pil mercy yang dikemas dalam 2 plastik”,  ungkap Kompol Andik Purnomo Sigit.
Lanjutnya, selain pil mercy turut diamankan korek api, lem aibon, uang Rp 508,5 ribu,  dompet,  tas pinggang, hp nokia warna putih, sepeda motor Yamaha Jupiter MX BE 8924 UF dan ATM Mandiri.
Dikatakan Kapolsek, sekitar pukul 01.00 Wib, petugas melakukan pengembangan kerumah AC dengan disaksikan kepala lingkungan setempat dirumah AC.
“Dirumah pelaku petugas kembali mengamankan 4 plastik klip bekas sisa pakai sabu, 3 korek api, sangkur, dompet, tutup botol warna putih bekas pakai alat hisab sabu, pipet kecil, 5 pipet panjang dan kaleng kecil aibon, “jelasnya.
Kompol Andik Purnomo Sigit menambahkan, jumlah personil razia dan patroli meliputi 23 juga melaksanakan razia di jalan raya Pekon Sidoharjo depan RM Khas Nusantara dan Komplek Pemda Pringsewu dengan menindak 10 pelanggar lalu lintas.
“Saat ini AC ditahan di Polsek Pringsewu guna dilakukan penyidikan lebih lanjut”, tandasnya.
Pelaku peredaran obat tersebut akan dijerat dengan Pasal 197 setiap orang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memenuhi izin edar sebagaimana dimaksud didalam pasal 106 ayat 1 Jo Pasal 196 Ayat (1) setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu sebagaimana dimaksud sebagaimana pasal 98 Ayat (2) dan Ayat (3) Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Mereka terancam kurungan 15 tahun penjara dengan denda Rp1,5 miliar. (Sol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here