BERBAGI
EkstraNews.com – BANDARLAMPUNG – Pemasangan iklan Videotron di Kota Bandarlampung makin
marak. Namun, angat disayangkan, bahwa penayangan iklan tersebut
melanggar aturan yang berlaku  serta tayangan iklan rokok tersebut
tayang selama 24 jam.
Menurut anggota komisi II DPRD kota Bandarlampung, Yusuf Erdiansyah
Putra, jika dari pemasaangan vodeotron tersebut juga sudah disinyalir
melanggar ruang milik jalan (Rumija) dan juga berada diatas trotoar
jalan. “Ya kita lihat saja, selain dipasang diatas trotoar, seperti di
Jalan Sultan Agung, tepatnya perempatan arah jalan Arif Rahman Hakim,
itu tayang 24 jam, dan juga pijakannya diatas trotoar jalan kayanya,”
ujar Anggota Komisi II DPRD Kota Bandarlampung, Yusuf  Erdiansyah
Putra, kemarin.
Padahal, imbuhnya, dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 109 tahun 2012,
di dalam pasal 29, telah diatur penayangan iklan tembakau hanya boleh
ditayangkan dari pukul 21.30 sampai 05.00. Tidak hanya itu, dalam PP
tersebut diatur Vidiotron tak boleh menayangkan iklan rokok di jalan
protokol.
Dari pantuan, diketaui vidiotron yang melanggar kedua peraturan
tersebut yakni didepan Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung,
Videotron dipersimpangan Jalan Kartini dan Jalan Wolter Monginsidi,
serta Videotron di halaman kantor Plaza Pos Jalan Kota Raja dan yang
terbaru di Jalan Sultan Agung. “Rata-rata, tayangannya memiliki konten
yang kurang mendidik, kan iklan rokok, jangan ditayangin di siang hari
dong,” jelasnya.
Oleh karenanya, politisi hanura ini, sangat mempertanyakan mengapa
penyebaran video tron yang memilki tanyangan iklan rokok bebas tayang
di Kota Bandarlampung ini. “Kalau masalah video tronnya nggak ada
masalah, yang masalah konten isi atau tayangan iklan nya, penayangan
iklan rokok kan ada Undang-Undang nya, ada aturannya kalau melanggar
itu bisa ilegal loh jatuhnya,” ujarnya, kepada Rakyat Lampung.
Disinggung mengenai bahwa cakupan konten dalam video tron tersebut
sangatlah membantu Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota
Bandarlampung, Politisi Hanura tersebut tegaskan harusnya pemerintah
mengambil PAD dengan prosedur dan aturan yang telah di tentukan.
“Contoh video tron yang berada di jalan Kartini, Bandarlampung yang
memberikan incame kepada Pemkot sebesar Rp500 juta lebih pertahun, dan
itu sudah berlangsung lama dimulai dari 2015 berarti kan ada pembiaran
dari pemkot padahal jelas melanggar,” terangnya.
“Dan juga bahwa sudah diatur dalam Peraturan  Daerah (Perda) No 16
Tahun 2014 tentang iklan rokok tidak di perbolehkan berada di sekitar
jalan protokol kota, namun lagi-lagi untuk Kota Bandarlampung ini
belum jelas batas mana saja yang masuk dalam jalur protokoler nya?,
Serta tanyangan iklan rokok sendiri harusnya hanya dapat di tayangkan
pada pukul 22.00 – 05.00 pagi hari,” tegasnya
Sementara, Disinggung memgenai tayangan iklan rokok yang hanya di beri
waktu pada pukul 22.00 -05.00, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan
Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Bandarlampung, Yanwardi mengungkapkan
bahwa penayangan iklan rokok tersebut boleh tayang selama 24 jam.
“Nggak udah ada aturannya kok tayangan iklan rokok itu boleh 24 jam
kayak di jalan Antasari itu boleh, kita juga melaksanakan tugas sesuai
tupoksinya kok,” jelas Yanwardi saat di hubungi via telphone.
Dari pantauan Rakyat Lampung sendiri, hingga saat ini Video Troun yang
menanyangkan Iklan rokok selain berada di Jalan Kartini an Antasari,
saat ini Video troun juga berada di Jalan ZA Pagar Alam, Sultan Agung
tepat simpang Transmart. (yen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here