BERBAGI

EkstraNews.com – Liwa – Akurasi data penerima beras sejahtera untuk masyarakat Kabupaten Lampung Barat (Lambar), hingga saat ini masih menjadi kendala yang dihadapi oleh pemerintah setempat.

Selama ini, kata Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkab Lambar, Adi Utama, masih banyak ditemukan kasus ketidakakuratan data sehingga membutuhkan pasokan data yang akurat dan bisa dipertanggung jawabkan.

Pemkab setempat terus berupaya agar penyampaian program pemerintah pusat tersebut dapat dilaksanakan engan baik, salah satunya dengan melaksanakan verifikasi dan validasi data penerima Rasta dengan melibatkan tenaga operator, pendamping dan petugas data tingkat pekon.

Dengan dilaksanakannya kegiatan itu, diharapkan akan bermanfaat bagi pelaksanaan pembangunan khususnya terhadap penanganan permasalahan kemiskinan masyarakat Lambar.

Pelaksanaan verifikasi dan validasi penerima Rastra, kata Adi, merupakan upaya pemerintah dalam memberikan keakuratan data bagi masyarakat miskin serta kegiatan verifikasi dan validasi data kemiskinan ini juga sangat penting dan strategis. Pentingdilaksanakannya verifikasi dan validasi karena sangat menentukan keberhasilan dari program-program peningkatan kesejahteraan yang pemerintah laksanakan kedepannya. Sedangkan dikatakan strategis karena efektifitas program sangat ditentukan oleh seberapa tepat kita mencapai target yang kita tentukan.

Verifikasi dan validasi data kemiskinan itu juga diharapkan akan mampu menjembatani sehingga tercapai secara maksimal hasil yang diharapkan. Selama ini ditemukan banyak terjadi kasus ketidakakuratan data sehingga membutuhkan pasokan data yang akurat dan bisa dipertanggung jawabkan. Dengan adanya kegiatan ini (verifikasi dan validasi. Red) semoga hasil yang didapat bisa bermanfaat bagi pelaksanaan pembangunan khususnya terhadap penanganan permasalahan kemiskinan masyarakat Lambar,” ujarnya.

Karena itulah perlunya verifikasi dan validasi yang membutuhkan peran aktif pemerintah daerah, petugas pendata baik tingkat kecamatan dan tingkat pekon serta keterlibatan masyarakat.

Berdasarkan data program perlindungan sosial (PPLS) Tahun 2011, angka kemiskinan Kabupaten Lampung Barat yaitu 18.901 kepala keluarga. Setelah dilakukan verifikasi dan validasi tersebut diharapkan masyarakat Lambar mendapatkan keakuratan data dengan hasil yang maksimal sehingga tercapai masyarakat yang adil sejahtera untuk menuju Lampung Barat hebat. Vic/Win

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here