BERBAGI

EkstraNews.com – Bandar Lampung – Wabah difteri seakan terus menyebar di provinsi ini. Teranyar, teror difteri ternyata sudah sampai Bandarlampung.

Pasca dirawat dua hari di Poli Anak Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), Noval (3), warga Jl. Sari Kresna, Kampung Sawah, Tanjungkarang Timur, harus dilarikan ke ruang isolasi flu burung rumah sakit setempat setelah dinyatakan suspect difteri.

Putra kedua pasangan Maizul (39) dan Nelsi (27) ini mendapat perawatan intensif di ruang tersebut bersama dua pasien suspect difteri lainnya, Afri Ando (7) asal Lampung Utara dan Muhamad Fatih (5), warga Tanggamus.

Maizul, ayah Noval menceritakan, awalnya anaknya mengeluh sakit di tenggorokannya pada Senin (11/12). Setelah dibawa ke dokter, kondisi Noval sempat membaik. Satu pekan kemudian, Selasa (19/12) Noval,  kembali mengeluh sakit radang,  bahkan hingga mengalami pembengkakan di leher serta panas tinggi..

Tak ingin makin memburuk, Rabu (20/12) pagi, Maizul berinisiatif kembali membawa Noval ke dokter praktek dekat rumahnya. Dokter merujuk Noval ke RSUDAM. Menurut Maizul, anaknya telah diambil usaf tenggorokannya berikut sampel darah pada Rabu (20/12) untuk diperiksa ke Jakarta. ’’Infonya satu minggu kemudian baru keluar hasilnya. Semoga aja hasilnya negatif,” harapnya.

Maizul menjelaskan, saat pada tenggorokan anaknya terlihat plak putih dan masih mengeluh sulit makan. ’’Makan dan minum obatnya pun sulit. Harus dipaksa. Tapi dia masih ceria, masih ngajak main terus,” ucapnya.

Sementara, pasien suspect difteri asal Peringsewu Nabilla Maila Asyifa (11), yang masuk ruang isolasi Selasa (19/12) sore, telah dipindahkan ke ruang rawat inap Alamanda RSUDAM Rabu (20/12) siang menyusul tidak adanya indikasi difteri.

’’Alhamdulillah kata dokter, anak saya negatif, atau tidak ada identifaksi yang mengarah ke difteri, jadi dirawat ke Alamanda sekarang, dengan indikasi penyakit radang tenggorokan saja,” ujar Muksin (42), ayah Nabilla. Kendati begitu, dokter masih tetap memeriksa liur dan darah Nabilla ke Jakarta.

Terpisah, Kepala Diskes Bandarlampung Edwin Rusli mengatakan telah menerima informasi pasien suspect difteri asal Bandarlampung. ’’Sama dengan pasien suspect difteri lainnya, kini pasien suspect difteri asal Bandarlampung juga sudah masuk ruang isolasi,” ujar Edwin.

Guna memastikan kebenarannya, dirnya memilih menunggu hasil lab. Dengan harapan besar hasil menunjukkan negatif dari serangan difteri. ’’Untuk pasien kita dampingi hingga sembuh. Langkah lebih luasnya kemungkinan dipersiapkan imunisasi massal,” jelas dia.

Dipindahkannya Nabilla turut dibenarkan Kasi Promkes Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung Asih Hendrastuti. ’’Sudah diperiksa dokter bukan mengarah ke difteri. Jadi sudah dipindah ke ruang rawat inap,” beber Asih.

Sementara pasien asal Lampung Utara, inisial AA (7), meski hasil uji lab. keluar dengan hasil negatif, pihak dokter yang merawat AA masih terus memantau di ruang isolasi. ’’Dokter anak yang merawat AA lebih menduga AA terkena difteri. Itu setelah didukung dari hasil ronsen dan lainnya, terlepas dari hasil uji lab. yang negatif,” ucapnya. Menurut Asih, ini adalah langkah kehati-hatian dokter yang menangani. (pip/red/c1/sur)

 

 

Sumber : Rdrl

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here