BERBAGI

EkstraNews.com – BANDARLAMPUNG – Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandar Lampung Kementerian Hukum dan HAM Lampung menemukan adanya 35 orang warga negara asing (WNA) bermasalah selama tahun 2017 ini Temuan tersebut pun ditangani dengan berbagai jenis tindakan sesuai tingkat pelanggaran yang diperbuat.

Berdasarkan data Kantor Imigrasi Bandar Lampung, terdapat sembilan orang WNA yang dikenakan sanksi administrasi, 10 orang dikenakan biaya denda, sembilan orang harus di deportasi ke negara asalnya, dan tujuh WNA tersangkut tindak pidana ringan Pasal 71 huruf b Jo 116 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011.

WNA asal Tiongkok menjadi catatan terbanyak pelanggar di Lampung. Disamping itu terdapat pula Korea Selatan, Amerika Selatan, Malaysia, Bangladesh, Taiwan, India, dan Belanda. Pelanggaran tersebut pada umumnya disebabkan dari penyalahgunaan visa yang awalnya bertujuan sebagai kunjungan, tetapi digunakan untuk bekerja.

Kepala Kanwil Imigrasi, Amrizal menjelaskan dengan masih maraknya WNA nakal yang berdiam diri di Bumi Ruwa Jurai, pihaknya berjanji akan meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan melalui tim pengawasan orang asing (Tim Pora) yang kini pembentukannya telah sampai ke tingkat kecamatan.

“Kita akan melaksanakan pengawasan melalui Tim Peneliti. Ke depan, bertukar informasi dengan pemerintah daerah sangat penting juga dilakukan,” kata Amrizal didampingi jajaran kepala seksinya di aula kanwil Imigrasi, Rabu (20/12).

Selain penindakan, lanjutnya, upaya pelayanan masyarakat tetap menjadi prioritas pihaknya. Dimana, ditahun 2017 ini telah menerbitkan 5735 passpor 24 halaman dan 32.524 paspor 48 halaman. Dari angka tersebut, 7029 paspor 48 halaman diantaranya diterbitkan untuk calon jemaah haji.

Namun, disamping itu, pihaknya juga menunda pemberian 81 paspor kepada tenaga kerja Indonesia yang hendak mencari nafkah ke luar negeri dengan cara non prosedural. “Akhir-akhir ini pembuatan paspor ditujukan untuk bekerja. Namun, sesuai dengan instruksi Direktur Jenderal Keimigrasian, 81 orang pembuat paspor kami tolak permohonan,” ujarnya.

Amrizal menambahkan, dalam rangka menunjang peningkatan pelayanan keimigrasian pihaknya telah meluncurkan beberapa inovasi pelayanan publik dengan implementasi teknologi informasi. Hal tersebut telah diimplementasikan Kantor Imigrasi Bandar Lampung berupa antrian paspor berbasis online.

“Begitu juga untuk pelayan orang asing kamu juga telah melaksanakan sesuai edaran Dirjen untuk ITAS online bekerja sama dengan bank untuk pembayaran berbasis SIMPONI dan aplikasi pelaporan orang asing. Selain itu, Selasa (19/12) ini juga kami akan meresmikan unit kerja keimigrasian di Pringsewu,” pungkasnya.(Bri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here