BERBAGI

EkstraNews.com – PANARAGAN – Adanya sejumlah Oknum wartawan yang telah melakukan tindakan Plagiat (Copy paste) dalam hal pemberitaan di media lain, yang tidak mengedepankan kode etik jurnalistik dan di atur dalam undang-undang pers, sangat disesalkan oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia ‎(PWI) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).

Hal tersebut karena maraknya pemberitaan yang di duga ada unsur plagiat atau copas oleh oknum wartawan yang tidak bertanggung jawab.

Edi zulkarnain ketua PWI Tubaba menjelaskan, plagiat atau copy paste merupakan tindakan tercela yang dianggap sangat  menyimpang dari kode etik jurnalistik, berdasar UU Pers No 40 tahun 1999 tentang Pers, serta UU No 19 tahun 2002 tentang hak cipta.

‎‎”Seorang jurnalis atau wartawan dalam menyajikan berita dan menjalankan tugas mestinya wajib mengedepankan UU Pers yaitu, memperoleh, menyimpan dan menyebarkan informasi kepada publik dari hasil investigasi di lapangan. Tidak dibenarkan kalau melakukan copy paste pemberitaaan dari media orang lain,” kata Edi, Sabtu (1/12).

Lanjut Edi ketua PWI termuda itu meminta ‎wartawan bekerja secara profesional. Sebelum melakukan tugas dan fungsi seorang wartawan di tuntut untuk terlebih dahulu memahami apa itu Kode Etik Jurnalistik dan mengetahui sedikit tentang UU Pers didalamnya sudah di atur di antaranya ada tentang kepribadian dan integritas, cara pemberitaan, sumber berita, dan kekuatan kode etik jurnalistik itu sendiri.

Bung Edi panggilan ketua PWI Tubaba menambahkan, ‎dalam waktu dekat pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan PWI lampung, dan PWI Kabupaten Kota lainnya, dalam upaya meningkatkan SDM rekan – rekan Pers yang ada di dalam kepengurusan PWI guna meningkatkan elektabilatas wartawan itu sendiri sehingga dalam tugasnya kelak di harapkan para insan pers dapat bekerja secara profesional tanpa ada lagi yang namanya plagiat,” Ujarnya. (toni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here