BERBAGI
EkstraNews.com – PRINGSEWU – Puluhaan warga ‎pekon Bulokarto kecamatan Gadingrejo menggrebek kantor ‎‎Badan Satpol PP yang terletak diruas jalan menuju Komplek perkantoran Pemkab Pringsewu sekira pukul 21.30 Wib, Minggu (11/12) malam.
Pengerebakan  warga menduga adanya ‎perbuatan mesum‎ dilakukan salah satu oknum anggota Banpol PP berinsial N (35) dengan seorang perempuan yang masuk ke kantor  pada malam hari diluar jam kerja.‎
Menurut David warga setempat, bahwa penggerebekan ini bermula melihat adanya seorang perempuan berinsial ‎M (38) warga kecamatan Gadingrejo‎ yang masuk ke kantor Banpol PP kabupaten Pringsewu pada malam hari dengan pintu tertutup.
“‎Setelah kami  tunggu sepuluh menit sampai 20 menit tidak juga keluar perempuaan,”ujarnya.
Sehingga Lanjut Davit, warga bersama-sama langsung memanggil kepala pekon‎ untuk mengcek mengrebek di dalam kantor ternyata dapat berinsial N (35) bersama dua rekan anggota Banpol PP yang sedang piket dan seorang perempuan‎ berinsial M (38).
‎”Wa‎rga sebenarnya sudah sering melihat ada perempuan masuk dikantor Banpol PP ini diluar jam kerja dan bukan sehabis razia pasti kami tahu . Jadi, malam ini puncak nya warga disini  maka kita sampai grebek,”kesalnya.
‎Sementara itu, kepala pekon Bulokarto, Supomo mengatakan setelah di hubungi warganya ada penggerbekan  di kantor Banpol PP terhadap oknum anggotanya yang memasukkan perempuan kedalaman kantor pada malam hari.
“Berangkat dari kecurigaan warga itulah mereka melakukan penggerebekan. Namun tidak ditemukan bukti mereka sedang berbuat mesum meski didalam kantor memang adanya  perempuannya,”kata dia.
‎Supomo menyayangkan atas kejadian di kantor Banpol PP kabupaten Pringsewu seharus dapat memberikan contoh yang baik.
‎”Terlepas mereka tidak melakukan perbuatan apa didalam kantornya. Seharusnya mereka  menjaga instansi dan warga lingkungan disini‎,”ucapnya.
‎Kepala Banpol PP kabupaten Pringsewu,  Edi Sumber Pamungkas mengatakan pihak sudah langsung menginterogasi anggota yang piket dan memastikan tidak ditemukan ada perbuatan mesum  di kantornya.
“Ji‎ka memang terbukti ada anggota yang berbuat mesum dikantor pasti akan saya berikan sangsi tindak tegas. ‎Untuk perempuan itu masih saudara dengan anggotanya hanya mengantarkan sarung. Karena, motornya dipinjem buat beli rokok  tidak enak malam-malam diluar dilihat orang maka disuruh masuk‎ ke dalam kantor,”ucapnya.
Ditegaskan Edi, bahwa berkaitan sering ada keluar masuk perempuan pada malam hari itu biasa saat setelah melaksanakan hasil razia dibawa di kantor untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.
‎”Kemungkin masyarakat yang banyak belum mengetahu. Namun, terlepas  seperti disampaikan warga perempuan masuk ke kantor bukan setelah saat razia  ini tentunya sebagai intropeksi masukan kita membenahinya,”ujarnya.
Dari hasil musyawarah kesepakatan yang ‎disaksikan Kasat Banpol PP, kepala pekon dan Babinkantibmas ‎ lantaran tidak ditemukan bukti adanya oknum anggota Banpol PP berinsial N (35)  yang berberbuat mesum ‎hanya diberikan surat perjanjian  yang isinya tidak boleh lagi ada kejadian serupa. (Sol ) ‎

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here