BERBAGI

Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kecamatan Pematang Sawa Tanggamus tahun 2017 belum terealisasi. Pasalnya, pendataan rumah tidak layak huni hingga saat ini belum lengkap.

Kabid Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kabupaten Tanggamus, Yudi Waliyuddin menjelaskan, bahwa untuk Kecamatan Pematang sawa Kabupaten Tanggamus masih tahap verifikasi. Karena sesuai dengan Peraturan Mentri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No 13/PRT/M/2016, Rumah Tidak Layak Huni di verifikasi berdasarkan identitas penghuni, kondisi fisik rumah, aspek keselamatan, aspek kesehatan, aspek persyaratan luas dan kebutuhan ruang dan aspek komponen bahan bangunan sesuai konteks lokal.

“Data awal Rumah Tidak Layak Huni se-Kabupaten Tanggamus kami dapatkan dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Tahun 2017 berjumlah 14.000 rumah, dikarenakan terbatasnya anggaran kami meminta Sekda membuatkan surat ke Kecamatan yang diteruskan ke masing-masing Pekon untuk menyusun data Rumah Tidak Layak Huni. Dari Pekon-pekon se-Kabupaten Tanggamus terkumpul 17.000 rumah. Jadi lebih over kuota lagi,” ujar Yudi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (31/1/2018).

Yudi menjelaskan, untuk mendapatkan data yang lebih akurat, Dinas Perumahan Dan Pemukiman Rakyat turun ke Pekon-Pekon di setiap Kecamatan untuk Verifikasi lanjutan, dan hasilnya untuk Kecamatan Pematang Sawa Rumah Tidak Layak Huni berjumlah 294 unit rumah. Seterusnya di minta tiap pekon di Kecamatan Pematang Sawa menyusun persyaratan pengajuan mendapat bantuan tersebut.

“Kami sudah meminta tiap pekon untuk menyusun berkas persyaratannya dan kami lagi menunggu hasilnya,” kata dia.

Terpisah, Camat Pematang Sawa Wawan Setiawan saat dikonfirmasi melalui telpon genggamnya, Rabu (31/1/2018) mengatankan, bahwa selama ini belum ada tembusan ke kecamatan terkait program bedah rumah Bantuan Stumulan Perumahan Swadaya (BSPS) ke kecamatan.

“Saya tidak tau soal itu, karena belum ada tembusan ke kecamatan, coba besok saya hubungi Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP),” jelasnya.(plp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here