BERBAGI

Polisi dari Anti Bandit Polres Gowa pada Senin (22/1/2018) menembak mati seorang pemuda bernama Muhammad Kiran (21) alias Kiran Maulana alias Kiran.

Peluru milik polisi menembus dada kananya saat berusaha melawan ketika pengembangan kasus di Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Warga Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ini merupakan pemimpin geng motor sekaligus kelompok begal bernama Mappakoe.

Di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar dan Gowa, Mappakoe dikenal meresahkan akibat kejahatan di jalanan.

Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga mengungkapkan, pada tahun 2014 lalu, Kiran dikenal sering melakukan aksi penyerangan pengendara, mengancam, hingga berbuat onar lainya.

Dalam menjalankan aksinya, pemuda bertato ini tak seorang diri karena dibantu kedua adiknya, yakni Aan dan Bongkeng.

“Sehingga sindikat kakak beradik ini leluasa untuk merekrut dan mengintimidasi members geng motor agar melakukan aksi-aksi yang menganggu ketertiban umum dan bahkan mulai lakukan kejahatan jalanan, ” ujar Shinto, Selasa (23/1/2018).

Aan kini ditangkap polisi berdasarkan laporan kejahatan yang diterima dari masyarakat.

Upaya penangkapan pada Senin lalu, bukan kali pertama dilakukan polisi kepada Kiran.

Pada Oktober 2015 Kiran ditangkap dan ditembak kakinya karena begal pengendara sepeda motor dengan cara menendang korban saat berkendara hingga jatuh, lalu membawa kabur sepeda motornya.

Setelah Kiran ditangkap, aktivitas Mappakoe redup.

Setahun kemudian, Kiran menghirup udara bebas, lalu beraksi lagi sejak akhir 2016.

Kiran kemudian membentuk geng baru bernama B-13 untuk jambret, membebegal, dan mencuri sepeda motor dengan menggunakan kunci letter T.

“Dalam perkembangannya, kelompok B-13 sampai saat ini merekrut sekitar 30 orang members yang pada umumnya berasal dari siswa dengan kisaran umur 15-25 tahun,” kata Shinto saat menjelaskan geng tersebut.

Usai beraksi, anggota B-13 biasanya berkumpul di sekitaran Lapangan Syech Yusuf, Sungguminasa, Gowa.

“Kiran dkk kumpul bersama di sekitar Lapangan Syech Yusuf untuk berbagi hasil (kejahatan) dan mengkonsumsi narkoba,” ujar Shinto lebih lanjut.

Aksi B-13 juga sangat meresahkan dan bahkan tak segan mengancam warga yang menjadi anggota Banpol (Bantuan Polisi) atau informan polisi.(trb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here