BERBAGI
 DPRD Provinsi Lampung menyoroti keberadaan SMK unggulan Sulusuban, Lampung Tengah. Pasalnya, sejak berdiri hingga saat ini, sekolah tersebut dinilai kurang kompeten untuk menyandang status sekolah unggulan.
Selain itu, alokasi anggaran untuk SMK tersebut cukup besar, namun out putnya belum jelas. Hal ini disampaikan Ketua DPRD Lampung, Dedi Afrizal, belum lama ini.
“Kalau kita cermati, sekolah itu menyerap anggaran cukup besar, tetapi out putnya belum jelas. Karena itu kami meminta Balitbang Provinsi Lampung untuk melakukan kajian secara khusus dan evaluasi. Apakah SMK itu masih dapat terus dipertahankan atau tidak,” ujar Dedi.
Ia pun merekomendasikan, jika memang sekolah tersebut tak layak lagi menyandang gelar sekolah unggulan, sebaiknya diubah menjadi SMK yang bersifat umum, atau diubah menjadi SMA.
Saat dikonfirmasi ke kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Teguh Irianto mengaku belum mendengar terkait rekomendasi DPRD tersebut.
“Saya malah belum tahu ada rekomendasi itu.
Saya juga waktu itu nggak ikut rapat makanya saya nggak tahu. Mungkin baru nyampenya ke pak kadisdik,” ujar Teguh Irianto, saat ditemui di ruangannya, Rabu (17/1).
Namun jika nantinya Balitbang sudah melakukan evaluasi dan mendapatkan hasilnya, maka akan dikoordinasikan dengan Disdikbud untuk mengambil langkah selanjutnya.
“Kalau itu rekomendasinya ke Balitbang, maka kami harus nunggu dulu gimana hasil kajiannya. Saya tidak berani berkomentar terlalu banyak karena takut salah informasi. Yang pasti akan kita ambil langkah sesuai yang dibutuhkan,” pungkasnya. (Bri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here