BERBAGI
 Keluarga Herlina Fitri (18) Warga Kampung Way Tuba Kecamatan Gunung Labuhan Kabupaten Way Kanan ini merasa bergembira. Remaja penderita penyakit Scoliosis atau tulang punggung bengkok itu berhasil dioperasi. Kini kondisinya sudah mulai membaik. Tingkat kesembuhan tulang punggungnya telah mencapai 115 derajat dan tinggal 67 derajat lagi akan pulih secara normal.
Kepala Puskesmas Gunung Labuhan Sofian, SKM, kemarin  menjelaskan, sejak Balita Herlina telah terkena penyakit Scoliosis, Namun faktor ekonomi sehingga orang tuanya mengalami kesulitan untuk berobat.
Dijelaskan Sofian, Orang Tua dari Herlina ini, Hasri seorang buruh tani sehingga mengalami kesulitan untuk berobat. Hasri memiliki tiga orang anak, Herlina adalah anak ke dua dari tiga bersaudara. Bahkan istrinya telah meninggal sekitar empat tahun yang lalu, sehingga dirinya sendiri yang membesarkan anak-anaknya.
Lebih lanjut dikatakan Sofian, penyakit Scoliosis ini bisa disembuhkan namun perlu penangan khusus dan memerlukan biaya besar. Untuk berobat di Lampung saja masih belum bisa, dan masih perlu untuk dirujuk ke Rumah Sakit di Jakarta.
Menurut Sofian, sekitar lima tahun yang lalu Herlina pernah dibawa orang tuanya berobat ke Puskesmas Gunung Labuhan, dan dirujuk oleh pihak Puskesmas ke Rumah Sakit Umum Abdoel Moeloek di Tanjung Karang, dan dirujuk kembali oleh pihak Rumah Sakit Umum ke RS Cipto Mangunkusumo di Jakarta, karena kebentur biaya akhirnya rujukan itu dibatalkan.
Bulan Januari 2017 lalu, Herlina yang sering sesak napak karena penyakit Scoliosis yang dideritanya itu sudah menyerang paru-paru, akhirnya dibawa berobat oleh orang tuanya ke Rumah Sakit Haji Kamino di Baradatu. Pada saat dirawat itu, Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya dan Ketua TP PKK. Dessy Afrianty Adipati menjenguknya. “Pak Bupati dan ibu membesuk Herlina di Pukesmas. Bapak Bupati prihatin melihat kondisi Herlina”.
Dijelaskan Sofian, Bupati memerintahkan agar Herlina kembali untuk dirujuk ke Rumah Sakit Abdoel Moeloek di Tanjung Karang. Namun kembali pihak Rumah Sakit Umum merujuk Herlina untuk dioperasi di Rumah Sakit Fatmawati di Jakarta. Dengan biaya operasi ditanggung BPJS dan seluruh biaya mengurusnya selama berobat di RS Fatmawati dan biaya diluar tanggungan BPJS hingga pulang ke Kampung Way Tuba ditanggung oleh Raden Adipati Surya. Semua dapat terlaksana. Proses waktunya memakan waktu tujuh bulan tinggal di Rumah Sakit Fatwati. Menurut Sofian pihak Rumah Sakit Fatmawati memperkirakan dua kali lagi dilakukan operasi, mudah-mudahan bisa sembuh.
Ditempat terpisah Hasri orang tua Herlina menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya yang telah berkenan membantu biaya operasi anaknya di Rumah Sakit Fatmawati. Hasri masih berharap agar Bupati kembali berkenan untuk membiayai anaknya untuk operasi hingga sembuh. “Mohon Pak Bupati untuk membiayai anak saya yang akan berobat lagi lagi pada tanggal 20 Maret 2018 mendatang, pinta Hasri. 
Kabag Humas dan Protokol Setdakab Way Kanan Edwin Bavur ketika ditemui diruang kerjanya membenarkan, bahwa Herlina Fitri telah dibantu Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya berobat, dan akan menyampaikannya ke Bupati bahwa Herlina akan kembali berobat fasca operasi pertama di Rumah Sakit Fatmawati.(wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here