BERBAGI

Ketua DPW PKB Lampung Chusnunia Chalim memilih bungkam atas laporan dugaan asusila yang dilakukan oleh salah satu pimpinan pondok pesantren yang juga Ketua PKB Lampung berinisial SA ke Polda Lampung, Jumat (19/1/2018) lalu.

Menurut Nunik sapaan akrabnya, terlapor berinisial SA dilaporkan bukan atas nama Ketua PKB Lamteng, melainkan sebagai pimpinan pondok pesantren.

“Tidak ada hubungannya dengan partai, karena dia dilaporkan bukan atas nama partai melainkan sebagai pimpinan pondok pesantren,” jelas Nunik, Senin (29/1/2018).

Sebelumnya, anggota DPRD Lampung fraksi PKB Khaidir Bujung mengecam atas dugaan asusila yang dilakukan ketua PKB Lampung Tengah berisinial SA tersebut.

Pasalnya, SA merupakan salah satu pimpinan pondok pesantren di Seputih Agung, Lampung Tengah yang dilaporkan ke Mapolda Lampung, Jumat (19/1/2018) lalu atas tuduhan asusila terhadap CN (19), warga, Lampung Tengah.

Bahkan menurutnya, jika SA teebukti bersalah dalam persidangan, maka wajib dihukum berat. “Ya jelas, karena dia ini kan paham atas perbuatannya, maka wajib dihukum 10 kali lipat dari hukuman yang berlaku,” jelas Bujung kepada Portallampung.co, Sabtu (27/1/2018).

Meski demikian, kata Bujung, PKB tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sampai putusan dari hasil sidang. “Kalau memang terbukti, wajib hukumnya dipecat dari keanggotaan partai. Sebab, sudah mencoreng marwah partai, apa lagi dia seorang Ketua DPC,” tegasnya.(plp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here