BERBAGI
 Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Laskar Merah Putih (LMP) Pringsewu menggelar dialog keagamaan antar umat beragama, di balai pekon Podomoro, Rabu, (31/1) kemarin.
Hadir dalam acara Kakesbangpol Pringsewu Ibnu Harjianto, Ketua KPU Pringsewu Andreas Andoyo dan Ketua LMP Pringsewu AhmadMuslim /Matehe.
Dalam sambutannya Ibnu Harjianto  mengatakan Pemerintah Kabupaten Pringsewu menyambut baik serta mendukung sekali atas digelarnya kegiatan dengan tema “Keragaman Beragama Dalam Meningkatkan Partisipasi Pemilih Pilkada Guna Mempererat Persatuan dan Kesatuan Bangsa”.
“Kita patut bersyukur, Tuhan Yang Maha Esa telah menganugerahi bangsa Indonesia ini dengan keanekaragaman kekayaan. Keberagaman bangsa kita meliputi adat-istiadat, budaya, bahasa dan agama. Itu semua merupakan modal dan kekuatan luar biasa yang berlandaskan Bhinneka Tunggal lka; yakni kesatuan dalam keanekaragaman,”katanya.
Menurutnya, di Kabupaten Pringsewu  keberagaman telah menjadi akar kehidupan masyarakat sejak lama. “Tentunya perlu mengucapkan terima kasih dan penghargaan tiada terhingga kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Pringsewu yang selama ini telah menciptakan suasana kehidupan yang sangat kondusif,” ucapnya.
Dia berharap melalui kegiatan ini akan tumbuh semangat kebersamaan dan kebangsaan para generasi muda yang pada muaranya akan menumbuhkan rasa nasionalisme pada diri generasi muda. Sekaligus berharap kehidupan bermasyarakat dapat lebih kondusif, rukun, damai, aman, tenteram dalam suasana saling menghargai dan saling menghormati antarsesama.
Dalam arahannya Sekretaris MUI Pringsewu Munawir mengajak masyarakat Pringsewu untuk tidak terpecah – pecah antar golongan satu dengan golongan yang lainnya. Apalagi, katanya, saat ini memasuki tahun politik sehingga rawan terjadi konflik di tengah masyarakat.
“Di Kabupaten Pringsewu terdiri atas berbagai suku dan agama. Namun saya bersyukur karena sampai saat ini meskipun banyak perbedaan kita semua masih bisa duduk bersama, tanpa terpecah belah. Kami harapkan hal seperti ini akan terus dijaga,” jelasnya.
Munawir menjelaskan kepatuhan kepada agama tidak hanya menjalankan rukun Islam, tapi harus menjalani ikut peraturan negara yang berlaku. “Maka dari itu tugas pemimpin umat beragama untuk memimpin umat masing-masing untuk taat kepada negara yang kita cintai ini yaitu NKRI,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua KPU Pringsewu Andreas Andoyo mengatakan sukses tidaknya pilkada dan pemilu bukan hanya tergantung dari penyelenggara pemilu saja. Namun peran serta masyarakat sangat menentukan kesuksesan penyelenggaraan pemilu.
“Saat ini KPU Pringsewu sedang melakukan pemuthakiran data dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan. Kami mengingatkan masyarakat yang punya hak pilih untuk melengkapi dokumen kependudukan yaitu KTP Elektronik, karena syarat untuk memilih harus mempunyai KTP Elektronik,” Ungkapnya.
Menurutnya, pada tahapan kampanye peran tokoh agama sangat penting, jangan sampai masyarakat terprovokasi dengan isu SARA. “Mari kita tegakan proses demokrasi ini dengan jujur adil dan berintegritas guna mewujudkan pemilu yang berkualitas,” ajaknya.
Sementara itu, Sekretaris DPD KNPI Pringsewu Rizal Mustofa mengatakan sangat mendukung dialog keagamaan tersebut. Menurutnya, hal tersebut bisa menjadi salah satu bukti bahwa LSM turut peduli terhadap keberagaman dalam beragama.
“Ini sangat setrategis, karena isu SARA dimasyarakat dapat memicu gesekan,  apalagi dalam suasana politik.  Harapannya kita terus untuk selalu bergandeng tangan dari semua unsur untuk selaku menjaga loyalitas dan kebersamaan dalam berorganisasi,”jelasnya.
Selain itu juga Rizal Bahrun Mustofa berharap semua untuk masyarakat untuk bersinergi dalam membangun Pringsewu. “Harapannya kedepan semua unsur yang ada di Pringsewu dapat bersinergi dalam mewujudkan Kabupaten Pringsewu yang Bersahaja,” pungkasnya.(sol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here