BERBAGI

Maju sebagai Pasangan calon kepala daerah Tanggamus di Pilkada Juni mendatang, petahana Samsul-Nuzul rupanya tak mengedepankan Kebhinnekaan

Pasalnya, pasangan kompetitor Dewi-Safei ini mengusung tema “PRIBUMI” dalam deklarasinya di Rest Area Taman Gisting, Rabu (10/2018) kemarin. Itu artinya, pasangan ini hanya mengeksplorasi satu suku atau ras di kabupaten tersebut.

Pasangan yang diusung oleh Partai PPP, Partai PKB, Partai Hanura, Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Gerindra dan didukung oleh Partai Perindo,Partai Berkarya, Partai Republik dan Partai Bulan Bintang ini dalam orasinya menyampaikan bahwa pentingnya memilih pemimpin “Pribumi” atau asli suku setempat.

“Yang mengerti denyut nadi di Tanggamus ini adalah orang yang tinggal di Tanggamus, mengetahui potensi yang ada dan apa yang dibutuhkan untuk Tanggamus yang lebih baik, maju, aman dan bermatabat. Karena Tanggamus ini memiliki potensi alam yang luar biasa dengan sumberdaya manusia yang ada maka di butuhkan percepatan pembangunan di segala bidang.Untuk itu di perlukan Pemimpin yang sangat mengetahui keadaan di Tanggamus ini,” jelaa Samsul.

Acara tersebut dihadiri para ketua partai pengusung dan pendukung, para Relawan dan Tim sukses serta Masyarakat. Selesai mendeklarasikan diri (SAM-NI) langsung diarak oleh ribuan Pendukung Simpatisan maupun Kader dengan diiringi seni tradisional Reog Ponorogo menuju ke Kantor KPUD Kabupaten Tanggamus untuk mendaftar sebagai calon Bupati Tanggamus.

Diketahui, kepala daerah adalah bagian dari pembagian kekuasaan pemerintah yang di atur dalam Undang Undang, yang didasari atas pertimbangan karakteristik daerah, sangat bertentangan dengan UUD 45, apabila justru calon calon kepala daerah atau wakil kepala daerah dalam komunikasi politiknya dengan masyarakat memunculkan wacana “Pribumi” karena mencederai nilai-nilai PANCASILA, NKRI dan BHINNEKA TUNGGAL IKA, sesuai sosialisasi yang sangat gencar di lakukan pemerintah yaitu setiap warga negara adalah memiliki hak yang sama. Artinya, bila issue kedaerahan dilakukan maka bisa dianggap mempengaruhi masyarakat agar mengenyampingkan rasa persatuan dan kesamaan hak politik warga negara.(plp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here